Sepanjang 2020, Laba Bank Mega Naik 50% Jadi Rp 3 T

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
29 January 2021 14:27
cover topik/Kinerja Bank Mega Melesat saat COVID-19 Mewabah luar/Aristya Rahadian Krisabella

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten bank milik Grup CT Corp, PT Bank Mega Tbk (MEGA) membukukan kenaikan laba bersih sebesar 50,2% pada tahun 2020 menjadi Rp 3 triliun dari sebelumnya Rp 2 triliun.

Kenaikan laba bersih ini juga mengerek laba per saham dasar Bank Mega menjadi Rp 432 per saham dari sebelumnya Rp 288 per saham.

Mengacu laporan keuangan yang dipublikasikan perseroan, Jumat (29/1/2020). Kenaikan laba bersih ini disokong oleh pendapatan bunga bersih (net interest income) sebesar Rp 3,91 triliun, naik 9,2% dari sebelumnya Rp 3,58 triliun.


Sepanjang tahun 2020, perseroan telah menyalurkan kredit sebesar Rp 48,48 triliun, terkontraksi 8,54% dari periode tahun sebelumnya sebesar Rp 53,01 triliun.

Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Mega tercatat tumbuh 8,79% menjadi Rp 79,18 triliun dari sebelumnya Rp 72,79 triliun.

Adapun rasio kredit bermasalah / non performing loan (NPL) Bank Mega sepanjang 2020 secara gross turun menjadi 1,39% dari tahun lalu Rp 2,46%. Dari sisi permodalan, CAR perseroan masih cukup tebal, yakni 31,04% dengan rasio pinjaman terhadap simpanan atau loan to depocit ratio (LDR) di level 60,04%.

Hal ini membuat total aset MEGA naik menjadi Rp 112,20 triliun dari sebelumnya Rp 100,80 triliun. Nilai tersebut terdiri dari liabilitas sebesar Rp 94,99 triliun dan ekuitas sebesar Rp 18,20 triliun.

Pada perdagangan Jumat ini, harga saham MEGA tercatat mengalami penurunan sebesar 3,64% menjadi Rp 8.600 per saham. Namun, bila dilihat sejak awal tahun, harga saham Bank Mega masih mengalami kenaikan sebesar 35,43%. Nilai kapitalisasi pasar MEGA di bursa saat ini tercatat sebesar Rp 59,89 triliun.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading