IHSG 6 Hari Merah & Ambles 7%, Begini Respons Lo Kheng Hong

Market - Houtmand P Saragih & Monica Wareza, CNBC Indonesia
29 January 2021 08:50
Lo Kheng Hong (Dokumentas pribad Lo Kheng Hong)

Jakarta, CNBC Indonesia - Investor kawakan Indonesia, Lo Kheng Hong menilai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak bisa ditebak di masa depan. Namun diperkirakan penurunan indeks tidak akan terjadi sedalam kondisi pada Maret 2020 lalu.

Dia mengatakan, banyaknya investor ritel yang baru membeli saham dinilai menjadi salah satu penahan penurunan indeks.

"Saya rasa IHSG Kita tidak akan drop seperti Maret tahun lalu, karena banyak investor baru yang membeli saham," kata Lo Kheng Hong kepada CNBC Indonesia, Kamis (28/1/2021) malam.


Adapun pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup anjlok parah 2,12% ke level 5.979,38. Koreksi IHSG pada perdagangan kemarin melanjutkan tren koreksi selama 6 hari beruntun yang menyebabkan IHSG anjlok 7,06%.

Seperti disampaikan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), penambahan jumlah investor baru di sepanjang 2020 tumbuh 53,47% atau 590.658 Single Investor Identification (SID) baru dibandingkan investor pada 2019. Hingga akhir 2020 total jumlah investor telah mencapai 1.695.268 SID.

Direktur Utama BEI Inarno Djajadi menyampaikan bahwa investor baru pada 2020 secara signifikan didominasi oleh kaum milenial dengan rentang usia 18-30 tahun yang mencapai 411.480 SID atau 70% dari total investor baru tahun 2020.

"Pertumbuhan ini menguatkan dominasi kaum milenial sebagai investor di Pasar Modal Indonesia," kata Inarno, dalam Sambutan Pengumuman Pemenang Kompetisi 10 Days Challenge 2020 Full Period, Kamis (28/1/2021).

Selain itu, menurut Tim Riset CNBC Indonesia, investor dinilai tidak perlu panik berlebihan melihat ambrolnya IHSG, sebab bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed "akan membantu" bursa saham kembali menanjak.

'Bantuan' dari The Fed tersebut terlihat saat pengumuman kebijakan moneter dini hari tadi. The Fed di bawah komando Jerome Powell mempertahankan suku bunga di rekor terendah <0,25% dan program pembelian aset (quantitative easing/QE) senilai US$ 120 miliar per bulan.

Kebijakan tersebut masih dipertahankan sebab The Fed melihat pemulihan ekonomi yang nyungsep akibat pandemi penyakit virus corona (Covid-19) di Negeri Paman Sam mengalami pelambatan.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading