Internasional

Babak Belur, Ekonomi Filipina Minus 9,5% di 2020

Market - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
28 January 2021 14:55
FILE PHOTO: A Philippines Peso coin is seen in this illustration photo May 31, 2017.     REUTERS/Thomas White/Illustration/File Photo                                       GLOBAL BUSINESS WEEK AHEAD

Jakarta, CNBC Indonesia - Pandemi virus corona (Covid-19) membuat perekonomian Filipina menyusut. Dalam laporan terbaru, ekonomi negara itu minus 9,5% sepanjang tahun 2020 lalu.

Menurut data resmi pada Kamis (28/1/2021), hal ini dipicu oleh kehancuran sektor ritel dan pariwisata serta serangkaian bencana alam yang terjadi.


Namun Penjabat Sekretaris Perencanaan Sosial Ekonomi Karl Kendrick Chua mengatakan prospek tahun 2021 ini "menggembirakan" karena langkah yang diambil untuk menahan virus semakin berkurang dan negara bersiap untuk upaya vaksinasi.

"Kami akan melihat lebih banyak aktivitas ekonomi dalam beberapa bulan mendatang," kata Chua, dikutip dari AFP.

"Ini akan mengarah pada pemulihan yang kuat sebelum akhir tahun ketika pemerintah akan meluncurkan cukup vaksin melawan Covid-19 untuk mayoritas rakyat kami."

Data Otoritas Statistik Filipina juga mengatakan produk domestik bruto menyusut selama empat kuartal berturut-turut pada tahun 2020.

Angka tahun 2020 adalah yang terburuk sejak pencatatan dimulai pada tahun 1946 dan mengakhiri lebih dari dua dekade pertumbuhan tahunan.

Akomodasi dan layanan makanan termasuk di antara beberapa sektor yang paling terpukul oleh aturan penguncian dan tindakan lain yang menyebabkan munculnya jutaan pengangguran.

Serangkaian bencana alam seperti angin topan dan letusan gunung berapi di negara yang rawan bencana alam itu juga menghancurkan tanaman perdagangan.

Chua memperingatkan pemulihan yang lebih kuat terhambat oleh pesanan tinggal di rumah untuk anak-anak, yang mencegah keluarga mengunjungi pusat perbelanjaan, yakni salah satu pusat kehidupan masyarakat dan belanja konsumen di Filipina.

Awal pekan ini Presiden Rodrigo Duterte membatalkan keputusan gugus tugas virus corona untuk mencabut pembatasan pada anak-anak berusia 10 hingga 14 tahun.

"Pertumbuhan ekonomi akan sulit ditekan untuk membuat pemulihan yang lebih kuat jika anak-anak dan keluarga dilarang berpartisipasi dalam ekonomi karena hingga 50% dari penjualan ritel non-esensial didorong oleh pengeluaran keluarga," kata Chua.

"Tahun lalu akan dikenang sebagai tahun tersulit dalam hidup kita. Jalan di depan tetap menantang tetapi sekarang ada cahaya di ujung terowongan."

Filipina kini tercatat memiliki 518.407 kasus positif, dengan 10.481 kematian, dan 475.542 berhasil sembuh menurut data Worldometers.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading