Dibantai Investor Ritel, Bandar Gede Rugi Rp 339 T

Market - Tri Putra, CNBC Indonesia
28 January 2021 11:35
Trader Gregory Rowe, right, works on the floor of the New York Stock Exchange, Wednesday, Dec. 11, 2019. Stocks are opening mixed on Wall Street following news reports that US President Donald Trump might delay a tariff hike on Chinese goods set to go into effect this weekend. (AP Photo/Richard Drew)

Jakarta, CNBC Indonesia - Dalam dunia pasar saham, sering terdengar istilah 'bandar pasti menang'. Bandar atau biasa lebih awam disebut pemain besar (big player) memang memiliki keuntungan, karena modalnya besar dibandingkan dengan investor ritel. Dengan modal besar ini, bandar lebih leluasa menekan pasar ke satu arah (cornering).

Akan tetapi semuanya berubah saat ini, ritel bergerombol menjadi satu menjadi kekuatan mengerikan yang dapat menyebabkan posisi pemain-pemain besar ini terancam, bahkan merugi hingga miliaran dolar.

Berawal dari suatu saham perusahaan penjual perlengkapan game yakni Gamestop. Perusahaan ini terdampak parah akibat pandemi virus corona, karena hanya berfokus di outlet fisik sehingga harus berjuang secara finansial untuk melawan corona.


Para Hedge Fund raksasa, terutama Melvin Capital yang merupakan Hedge Fund milik Gabriel Plotkin yang didirikan sejak 2014 dan memiliki asset under management (AUM) sebesar US$ 12,5 miliar atau setara dengan Rp 176 triliun, melihat perusahaan brick and mortar (pemilik Gamestop) sedang kesulitan, dan dengan ganas melakukan posisi jual kosong alias short sell di saham Gamestop (GME).

Short sell adalah transaksi di mana seorang investor melakukan penjualan suatu saham tanpa memiliki sahamnya terlebih dahulu. Sang investor meminjam saham dari sekuritas untuk menjualnya, dengan harapan ketika sahamnya ambruk lebih dalam, dia dapat membelinya kembali di harga murah dan mengembalikannya ke sekuritas dengan keuntungan.

Karena sahamnya terus dijual kosong oleh para investor raksasa, maka harga saham Gamestop sempat ambruk ke level terendahnya di level US$ 2,57/saham. Setelah sahamnya ambruk, perseroan terpaksa melakukan pembelian kembali sahamnya (buyback) agar harga tetap terjaga dan tak terkoreksi lebih dalam lagi.

Buyback saham tersebut menyebabkan jumlah saham yang beredar di pasar turun, sehingga total saham yang dijual kosong lebih banyak dibandingkan dengan jumlah saham beredar hingga mencapai rasio lebih dari 140%.

Melihat hal ini, segelintir investor ritel di forum saham 'r/wallstreetbets' merasa tidak senang dan menganggap sang Hedge Fund sedang membully perusahaan kecil serta para investor kecil yang sedang kesulitan.

Forum 'r/wallstreetbets' (WSB) sendiri merupakan sub forum dari Reddit dengan total anggota sebanyak 3,9 juta investor. Para pelaku pasar amatir anggota forum tersebut yang menyebut dirinya 'autis' ini doyan menjudikan seluruh tabungan dan hartanya ke satu saham dengan leverage mencapai puluhan kali.

Hasilnya, tak jarang para investor merugi parah dan kehilangan seluruh harta bendanya, akan tetapi sering pula para trader amatiran ini mendapat untung puluhan ribu kali lipat. Tidak jarang seorang trader memposting cuan sebesar jutaan dolar AS (sekitar Rp 14 miliar) hanya dalam waktu singkat.

Investor yang tidak senang ini mulai melakukan pembelian di saham Gamestop, terutama pengguna bernama 'u/DeepF*ckingValue' (DFV) yang memimpin penyerangan, dengan melakukan pembelian saham dan opsi call (kontrak untuk membeli suatu saham di harga tertentu) di saham GME sebanyak lebih dari US$ 800.000 (sekitar Rp 11,3 miliar).

Seiring berjalannya waktu, banyak pengguna WSB lain yang mengikuti jejak DFV, dan perlahan harga sahamnya mulai bangkit ke atas level US$ 17/ saham, hingga akhirnya terbang ke atas level US$ 31/saham pada 13 Januari 2021. Pembelian dilakukan untuk memaksa para hedge fund menutup posisinya (short cover) dengan membeli saham di harga tinggi.

Naiknya saham Gamestop menjadi kabar buruk bagi Melvin Capital, sebagai salah satu manajer investasi yang memiliki posisi short di saham tersebut. Ini artinya, apabila Melvin Capital ingin menutup posisinya, maka harus melakukan pembelian di harga US$ 31/saham. Padahal Melvin Capital menjualnya di level sekitar US$5-6/saham.

Short sell memang sebuah transaksi yang berbahaya bagi trader amatir. Sebab secara teoritis total kerugian yang bisa anda tanggung tidak memiliki batasan, sementara keuntungan yang bisa diterima hanya 2 kali dari modal apabila perusahaan tersebut akhirnya bangkrut.

Para fund manager lain yang memiliki posisi short di Gamestop juga kalang kabut, salah satu perusahaan manajer investasi besar lain yakni Citron Research mencuit di akun Twitter-nya lewat video. Sang manajer investasi tersebut mengatakan, harga saham Gamestop akan anjlok ke bawah US$ 20/saham.

Ternyata hal ini malah menjadi bumerang bagi para manajer investasi, karena cuitan tersebut membuat seisi forum WSB marah dan berbondong-bondong melakukan pembelian di saham Gamestop, yang menyebabkan harga sahamnya melesat ke atas level US$ 100/saham.

Melesat kencangnya saham Gamestop menyebabkan Melvin Capital terpaksa menginjeksikan dana ke posisi short-nya atau menutup posisinya. Setelah total AUM anjlok mencapai 30% atau kerugian mencapai US$ 3,75 miliar atau Rp 54 triliun, Melvin Capital mendapat injeksi dana dari 2 hedge fund raksasa lain, yakni Citadel dan Point 72 sebesar US$ 2,75 miliar (Rp 38,8 triliun).

Hal ini kembali membuat marah para pengguna WSB, yang menganggap apabila mereka salah berinvestasi akan kehilangan semua hartanya dan tidak akan ada yang memberikan dana talangan alias bailout seperti Melvin Capital, yang menyebabkan aksi beli masif kembali terjadi sehingga saham Gamestop ditutup pada posisi US$ 147,98/saham pada perdagangan kemarin.

Sialnya, orang terkaya dunia yang merupakan pendiri Tesla dan SpaceX, Elon Musk, yang melihat fenomena ini mencuit kata 'Gamestonk!!' di akun Twitter-nya. Ini menyebabkan reli harga Gamestop kembali berlanjut, bahkan hingga aftermarket. Sebelumnya cuitan Elon Musk memang secara historis sering menyebabkan harga suatu saham bergerak liar.

Stonk sendiri merupakan meme pelesetan dari stock (saham), yang biasanya sering digunakan oleh pengguna forum WSB. Stonk dianggap hanya bisa naik harga sahamnya sehingga ada meme bahwa 'Stonks only go up'.

Cuitan Elon Musk kembali membuat harga aftermarket Gamestop menjadi liar, dan melesat di atas level US$ 200/saham, bahkan hingga penutupan perdagangan dini hari tadi saham Gamestop ditutup berada di level US$ 347,51/saham. Bayangkan saham tersebut sudah melesat 13.521% atau 135 kali lipat dari posisi terendahnya tahun lalu.

Di posisi penutupan dini hari tadi secara kolektif, para Hedge Fund raksasa yang melakukan jual kosong di saham Gamestop sudah merugi US$ 24,2 miliar atau setara dengan Rp 339 triliun.

Bahkan ambruknya bursa Wall Street pada perdagangan dini hari tadi diatribusikan oleh hal ini. Di mana banyak yang berpendapat para Hedge Fund raksasa menjual saham unggulannya yang lain demi menutupi posisi short sell ini.

Apalagi pada perdagangan kemarin tidak hanya Gamestop yang melesat, saham-saham yang aktif dijual kosong hedge fund juga tiba-tiba melesat seperti saham AMC Entertainment, Nokia, Blackberry, dan lain sebagainya.

Terbangnya saham-saham ini membuat para investor ritel melesatkan harga untung besar. Di forum WSB banyak yang memposting keuntungan dalam jumlah fantastis, bahkan berberapa di antaranya merupakan angka yang dapat mengubah hidup orang tersebut.

Akan tetapi cuan para anggota WSB tidak ada yang sebanyak DFV yang merupakan salah satu inisiator aksi ini. Di posisi terakhirnya DFV untung mencapai US$ 48 juta atau setara Rp 691 miliar dari posisi awal yang hanya US$ 800 ribu, atau kenaikan mencapai 6.000%, di mana mayoritas cuan didapatkan hanya dalam rentang waktu 2 hari.

Bahkan beredar saran, bahwa DFV sebaiknya menggunakan cuannya untuk membeli rumah di depan pantai Florida milik Gabriel Plotkin si pendiri Melvin Capital, untuk diruntuhkan dan didirikan outlet Gamestop.


TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading