Wow! Dalam 22 Hari AUM Syailendra Melesat 13%

Market - Yuni Astutik, CNBC Indonesia
27 January 2021 19:24
Inovasi Investasi Reksa Dana, Syailendra Capital Gandeng Tokopedia  (CNBC Indonesia TV)

Jakarta, CNBC Indonesia - Syailendra Capital mencatat Asset Under management (AUM) atau total dana kelolaan hingga Desember 2020 mencapai Rp 23,4 triliun, atau naik 14% dibanding dengan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 20,4 triliun.

"Kalau year to date (YTD) per 22 Januari berkembang kurang lebih Rp 26,3 triliun naik 13%," kata Head of Retail and Business Alliances Of Syailendra Capital, Agustinus Candra kepada CNBC Indonesia di Jakarta, Rabu (27/1/2021).

Terkait investor yang menjadi kunci naiknya investasi, salah satu hal yang menjadi fokus adalah bagaimana menggaet generasi milenial agar mau terjun ke investasi di pasar modal. Hal ini menjadi salah satu perubahan signifikan yang dilakukan oleh perusahaan.


"Dengan market segmen, perubahan dengan kita punya website, IG. Itu kita punya looks mengarah ke segmen kita pilih akan jadi pondasi investasi ke depannya," katanya lagi.

Menurutnya, generasi milenial bakal menjadi fondasi yang kuat bagi investasi pasar modal ke depannya. Sejak 2019, pihaknya kerap diundang untuk memberikan literasi dan edukasi kepada pasar milenial.

"Kita melakukan literasi bagaimana mereka bisa investasi di pasar modal dan risiko itu di dalamnya," tegasnya.

Ada tiga faktor penentu yang membuat generasi mau berinvestasi di pasar modal. pertama, akses informasi yang luas, apalagi sejak pandemi yang mengharuskan mereka tinggal di rumah, namun bagaimana tetap bisa menjangkau banyak informasi yang diinginkan.

"Mulai ikut training, seminar secara online. Kegiatan WFH akan menambah informasi yang cepat dan terukur untuk investasi," ujarnya.

Kedua, sisi budgeting. Biasanya akan ada spending atau anggaran untuk hal-hal yang sifatnya hiburan, bisa dimulai dengan Rp 200 ribu per minggu. Saat pandemi, dana ini tak terpakai dan bisa dialihkan ke pasar modal.

Ketiga, profil risiko, bagaimana generasi ini melihat market, dengan cara mencoba masuk ke dalam aset yang berisiko. Menurutnya, segala bentuk investasi harus diukur dengan risiko yang diambil.

"Pasar milenial akan jadi pondasi, mereka mulai shifting dari konvensional, sekarang melihat investasi yang berisiko. Ini yang coba dicermati, ke depan akan positif untuk pasar modal Indonesia," pungkasnya.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading