Mau Private Placement, Darma Henwa Tunda RUPSLB ke Februari

Market - Donald Banjarnahor, CNBC Indonesia
27 January 2021 18:05
Aktivitas bongkar muat batubara di Terminal  Tanjung Priok TO 1, Jakarta Utara, Senin (19/10/2020). Dalam satu kali bongkar muat ada 7300 ton  yang di angkut dari kapal tongkang yang berasal dari Sungai Puting, Banjarmasin, Kalimantan. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)  

Aktivitas dalam negeri di Pelabuhan Tanjung Priok terus berjalan meskipun pemerintan telah mengeluarkan aturan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) transisi secara ketat di DKI Jakarta untuk mempercepat penanganan wabah virus Covid-19. 

Pantauan CNBC Indonesia ada sekitar 55 truk yang hilir mudik mengangkut batubara ini dari kapal tongkang. 

Batubara yang diangkut truk akan dikirim ke berbagai daerah terutama ke Gunung Putri, Bogor. 

Ada 20 pekerja yang melakukan bongkar muat dan pengerjaannya selama 35 jam untuk memindahkan batubara ke truk. (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia- PT Darma Henwa Tbk (DEWA) melakukan perubahan waktu Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) menjadi Jumat, 26 Februari 2021, dari sebelumnya Rabu (27/01/2021). Penundaan ini dilakukan perusahaan agar dapat melengkapi informasi dan menyampaikan dokumen terkait Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (private placement).

Chief Investor Relations & Corporate Secretary Mukson Arif Rosyidi menyampaikan penundaan ini juga menanggapi surat OJK pada 26 Januari 2021 terkait private placement yang akan dilakukan oleh anak usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI) tersebut.

"Perseroan akan mengklarifikasi dan/atau menjelaskan, serta menyampaikan dokumen-dokumen yang diminta OJK dalam surat tersebut," tulis Mukson dalam keterbukaan BEI, Rabu (27/01/2021).


DEWA juga berencana melakukan aksi korporasi lainnya yakni penambahan modal dengan skema tanpa hak memesan terlebih dahulu (PMTHMETD) alias private placement sebanyak 5,87 miliar saham.

Mengacu prospektus yang disampaikan manajemen DEWA, nantinya private placement ini akan diterbitkan sebagai saham biasa seri B dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 60 per saham. Dengan demikian, dari aksi korporasi ini, anak usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI) ini berpotensi meraih dana sebesar Rp 352,24 miliar atau setara US$ 23,80 juta.

Sebelumnya anak usaha BUMI ini juga baru saja akuisisi 99,9% pada PT Sabina Mahardika. Dengan begitu secara tidak langsung DEWA akan memiliki proyek potensial tambang emas dan mineral di Provinsi Aceh melalui Sabina Mahardika,

"Akuisisi ini dilakukan sebagai salah satu upaya Perseroan dalam ekspansi dan diversifikasi usahanya untuk dapat meningkatkan nilai tambah Perseroan di masa yang akan datang," kata Mukson.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading