Saham Mau Ijo-Merah, Ini Prinsip Penganut Aliran Mansurmology

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
26 January 2021 11:13
Yusuf Mansur/CNBC Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia - Investor saham dan pemilik perusahaan aset manajemen PT Paytren Aset Manajemen (Paytren), Ustaz Yusuf Mansur, memberikan wejangan soal investasi di pasar modal bagi 'pengikut' setia 'Mansurmology", prinsip investasi yang jadi andalannya.

Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Qur'an ini menegaskan, ada perbedaan signifikan antara menabung saham dalam jangka menengah dan panjang, dan trading alias transaksi jual-beli saham dalam jangka pendek untuk mencari selisih keuntungan.

"Tentang saham, bedain antara nabung saham, dengan trader. Kalau ga mau puyeng, beneran dah. Nabung saham. Investasi saham. jangka menengah dan panjang," katanya, dalam unggahan terbaru di Instagram pribadinya, @yusufmansurnew, dikutip Selasa (26/1/2021).


[Gambas:Instagram]


"Jadi ga puyeng sama analisa group-group sekuritas. Berisik juga kan di group. Masa nabung dan invest malah puyeng? Janganlah. Bahagiakan diri jadi pemilik, pemegang saham," kata YM, panggilan akrabnya.

"Dan mendapatkan semua benefit dari prinsip-prinsip Mansurmology; kebaikan niat. Nawaitu [niat baik karena ibadah], visi misi, amal saleh, ibadah dan kebaikan, afirmasi, visualisasi, imajinasi. Gitu-gitu. Yang mana, ini aja, udah jadi keuntungan dan kekayaan tersendiri," katanya.

Tak lupa, dalam unggahan tersebut, dia juga menyisipkan gambar pergerakan empat saham BUMN yang cukup 'seksi' di pasar modal yakni PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), dan PT Waskita Karya Tbk (WSKT).

Keempat saham tersebut harganya naik, dengan kenaikan tertinggi dipimpin WIKA sebesar 3,27%. Belum disebutkan jam berapa harga saham ini berlaku.

Tapi berdasarkan data BEI, pada perdagangan pukul 10.29 WIB, Selasa ini (26/1), saham TLKM stagnan, kemudian turun 0,30% di level Rp 3.360/saham. Selama 3 bulan terakhir saham TLKM menguat 21%.

Saham PTBA juga justru naik 2,22% di level Rp 2.760/saham, 3 bulan terakhir saham emiten batu bara ini naik 37%.

Harga saham WIKA juga melesat 3,54% di posisi Rp 1.900/saham, dengan penguatan 3 bulan terakhir 54%.

Adapun saham WSKT juga naik meski tipis 0,95% di posisi Rp 1.600/saham, dengan penguatan 3 bulan 132%.

"Belanja dah. Saham-saham, belanja. Pake Mansurmology nya. Anti Stress. Jalan Bahagia, Jalan Kaya, Jalan Senang," selorohnya.

Sebelumnya YM juga menyinggung saham di BEI yang bakal menjadi calon portofolionya.

Setelah sebelumnya ada PT Bank BRISyariah Tbk (BRIS), PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), dan PT Waskita Karya Tbk (WSKT), kali ini YM menyoroti saham Grup MNC, konglomerasi yang dimiliki oleh taipan Hary Tanoesoedibjo. 

Saham MNC yang dimaksud yakni BCAP, kode saham PT MNC Kapital Indonesia Tbk, holding dari bisnis keuangan Grup MNC.

Awal Januari ini, BCAP bahkan baru saja mengakuisisi perusahaan sekuritas asal bursa Wall Street AS, Auerbach Grayson & Company.

Bisnis Grup MNC lainnya khusus di media dikendalikan oleh PT Global Mediacom Tbk (BMTR), induk usaha dari PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN )dan PT MNC Vision Networks Tbk. (IPTV).

Adapun induk dari semua Grup MNC yakni PT MNC Investama Tbk (BHIT), sebelumnya bernama Bhakti Investama.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading