Mansurmology Meleset, Pilihan Sahamnya Kok Balik Tidur?

Market - Feri Sandria & Aldo Fernando & Tri Putra, CNBC Indonesia
28 December 2021 11:17
Instagram @yusufmansurnew

Jakarta, CNBC Indonesia - Ustaz Yusuf Mansur (UYM), penceramah-cum-investor, baru-baru ini berhasil membangunkan saham 'tidur', yakni emiten tekstil PT Sejahtera Bintang Abadi Textile Tbk (SBAT) pada Kamis (23/12/2021) pekan lalu. Namun, dalam 2 hari terakhir, saham SBAT ambles seiring adanya aksi ambil untung investor. Kini saham tersebut kembali masuk 'liang kubur' dan stagnan di level Rp 50/saham.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham emiten SBAT ambles 5,66% ke Rp 50/saham pada paruh pertama perdagangan Senin (27/12) kemarin, melanjutkan pelemahan 5,36% pada Jumat (24/12) minggu lalu.

Sedangkan pagi ini, hingga pukul 10.00 WIB saham SBAT tidak bergerak di level terendah dan hanya ditransaksikan sebanyak 2.490 kali dengan nilai transaksi total tercatat hanya sejumlah Rp 340 juta.


Sebelumnya, pada Kamis (23/12), saham SBAT tiba-tiba bangkit dan melesat 12,00% ke Rp 56/saham berkat kabar 'manuver' penceramah kondang tersebut. Saham SBAT termasuk saham 'tidur' alias jarang sekali beraktivitas di bursa. Sebelum disiarkan UYM kepada 13 juta pengikut sosial media lintas platform miliknya, saham SBAT terakhir bergerak pada awal Oktober 2021.

Melalui akun media sosial Instagram, pada Kamis (23/12), UYM membagikan sebuah video berdurasi sekitar 17 menit. Dalam video tersebut tampak UYM, yang dikenal dengan prinsip investasi Mansurmology, sedang melakukan kunjungan ke sebuah pabrik SBAT.

Dalam video tersebut pria berusia 45 tahun tersebut menyoroti perihal ekspansi perseroan, menekankan perusahaan mampu mengekspor pakaian SBAT hingga ke Mesir hingga Dubai. Bahkan UYM menambahkan saat ini SBAT sedang mendapatkan pesanan ekspor dari Arab Saudi sebanyak 10 kontainer.

Perseroan disebutkan juga tengah berupaya untuk menambah kapasitas produksi yang berakibat pada kenaikan serapan tenaga kerja hampir 2 kali lipat dari sebelumnya 700 menjadi sekitar 1.500 orang di mana produksi juga diperkirakan akan naik 2 kali lipat setelah ekspansi rampung.

Lantas, bagaimana sebenarnya dengan kinerja saham 'milik' Yusuf Mansur lainnya setidaknya selama sepekan dan sebulan terakhir?

UYM dikenal sebagai seorang ustaz yang vokal berbicara mengenai dunia saham di akun media sosial Instagram miliknya. Selain itu, ia seringkali menyebut atau membahas suatu saham emiten tertentu yang kemudian turut mendongkrak harga saham tersebut.

Berikut ini kinerja saham-saham milik UYM, baik yang benar-benar secara eksplisit dimiliki Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Qur'an itu maupun yang sekadar dibahas di dalam unggahan Instagramnya selama setahun belakangan.

Dalam sebulan, ada 6 saham punya Yusuf Mansur yang berhasil menguat, 1 stagnan, dan 7 sisanya malah terbenam di zona merah. Saham emiten produsen beton ready mix dan precast PT Berkah Beton Sadaya (BEBS) menjadi yang paling 'cuan', yakni mencapai 34,76% dalam sebulan. Saham yang melantai sejak 10 Maret 2021 ini semakin melonjak sejak kabar UYM masuk ke saham tersebut.

Namun, tidak semua saham milik UYM berhasil mendulang untung. Saham emiten holding bisnis keuangan Grup MNC PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP), misalnya, ambles 4,17% dalam sepekan, adapun dalam sebulan, BCAP anjlok 15,85%.

Gemar 'Bangkitkan' Saham Gocap

Akhir-akhir ini, UYM seringkali mengoleksi saham-saham gocap atau dengan harga Rp 50/saham dan turut membuat harga saham tersebut melonjak. Selain saham SBAT, di awal Agustus UYM membeli sebanyak 6 juta lot saham (600 juta saham) emiten properti dan real estate PT Repower Asia Indonesia Tbk (REAL) di harga Rp 50/saham senilai Rp 30 miliar.

Saat ini, harga saham REAL di posisi Rp 95/saham. Adapun ketika melonjak akibat masuknya UYM pada Agustus, saham REAL sempat menyentuh Rp 129/saham.

Satu lagi, pada akhir September lalu, UYM juga membeli saham emiten yang bergerak di bidang jasa pengangkutan dan transportasi PT Putra Rajawali Kencana Tbk (PURA) di harga Rp 50/saham. Pembelian tersebut membuat saham emiten yang sebelumnya cenderung 'tidur ' melonjak hingga 34% di Rp 67/saham pada 27 September 2021. Saat ini, harga saham PURA berada di Rp 72/saham.

Terakhir, saham gocap yang sempat bangkit pada pertengahan November lalu karena 'aksi' Mansurmology adalah emiten yang bergerak di sektor konstruksi hotel dan perumahan, PT Totalindo Eka Persada Tbk (TOPS).

Saham TOPS yang semula 'tertidur pulas' lebih dari satu tahun tiba-tiba bangkit dari kubur dan ditutup melonjak 34% ke level Rp 67 per saham pada 11 November 2021.

Kenaikan saham TOPS waktu itu berbarengan dengan kabar terkait UYM yang menyambangi Totalindo Eka Persada. Merespon kabar ini Yusuf Mansur mengatakan pihaknya memang tengah membuka opsi untuk bekerja sama dengan TOPS.

Saat ini, saham TOPS kembali 'terlelap' di posisi Rp 50/saham. Sejak 14 Desember atau selama 10 hari perdagangan beruntun saham TOPS tidak bergerak dari level gocap.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Hati-hati Nyangkut! Saham PURA Melesat 25% Pagi Ini


(fsd/fsd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading