Aksi Ambil Untung Mendera, Bursa Eropa Dibuka Melemah

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
22 January 2021 15:54
FILE PHOTO: A trader sits in front of the computer screens at his desk at the Frankfurt stock exchange, Germany, June 29, 2015.  REUTERS/Ralph Orlowski/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Eropa dibuka melemah pada sesi awal perdagangan Jumat (22/1/2021), karena investor memantau prospek pemulihan ekonomi dan penyebaran virus Corona, sembari menunggu data penting.

Indeks Stoxx 600, yang berisi 600 saham unggulan di Eropa tertekan 0,5% di awal perdagangan dengan indeks sektor otomotif anjlok 1,3% menjadi pemimpin koreksi yang menimpa seluruh indeks saham sektoral.

Selang 30 menit kemudian koreksi indeks Stoxx bertambah menjadi 3,8 poin (-0,92%) ke 407,12. Indeks DAX Jerman tertekan 127,5 poin (-0,92%) ke 13.779,17 dan CAC Prancis surut 57,7 poin (-1,03%) ke 5.533,13. Indeks FTSE Inggris melemah 36,3 poin (-0,54%) ke 6.679,1.


Bursa Eropa cenderung mengekor pergerakan bursa Asia Pasifik, di mana mayoritas bursa utamanya tertekan karena investor merealisasikan keuntungan setelah sebelumnya bursa menguat menyambut prospek stimulus dari Amerika Serikat (AS).

Investor juga memantau perkembangan gelombang kedua penyebaran virus corona di China, setelah otoritas setempat melaporkan 103 kasus infeksi baru pada Jumat, sedikit menurun dari sehari sebelumnya sebanyak 144 kasus.

Kontrak berjangka (futures) indeks saham di Wall Street tertekan tipis setelah kemarin menyentuh rekor baru, untuk Nasdaq dan S&P 500, dipacu saham telekomunikasi dan teknologi.

Kabar vaksin terbaru muncul dari Reuters yang memberitakan bahwa Pfizer dan BioNTech sepakat memasok vaksin bagi negara miskin lewat Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO).

Data Indeks Manajer Pembelian (purchasing managers' index/ PMI) zone Euro versi Markit per Januari bakal dirilis dan menjadi acuan penting bagi pelaku pasar untuk mengukur kekuatan perekonomian Benua Buri.

Data PMI Inggris juga akan dirilis hari ini bersamaan dengan data penjualan ritel Desember. Menurut polling Reuters, penjualan ritel Negeri Big Ben tersebut menguat 0,3% secara bulanan atau lebih rendah dari ekspektasi analis yang memperkirakan kenaikan 1,2%.

Bank sentral setempat yakni European Central Bank (ECB) pada Kamis memutuskan menahan suku bunga acuannya, karena pandemi menurut Presiden ECB Christine Lagarde masih "memiliki risiko serius" terhadap ekonomi zona euro.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading