Cuma PHP Doang! Saham Farmasi Anjlok Parah Lagi

Market - Putra, CNBC Indonesia
22 January 2021 09:33
Ilustrasi IHSG (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga saham-saham yang bergerak di sektor farmasi kembali anjlok parah pada perdagangan hari ini, Jumat (22/1). Sejak Rabu (13/1) mayoritas saham farmasi terutama anak usaha Bio Farma memang seringkali anjlok ke level terendah yang diijinkan regulator.

Hari ini terekam sebagai hari kedelapan koreksi saham anak usaha Bio Farma secara berturut-turut. Saham farmasi anjlok meskipun sebelumnya muncul sentimen positif di mana BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) memberikan lampu hijau penggunaan darurat vaksin Covid-19 buatan Sinovac.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga menjadi orang pertama yang disuntik Rabu silam, bersama dengan jajarannya di Istana Negara. Semua berjalan dengan baik, tapi tak begitu dengan saham-saham farmasi yang terus anjlok sejak hari itu.


Simak gerak saham-saham farmasi pada perdagangan hari ini.

Terpantau dari 6 emiten farmasi dan sektor pendukungnya semuanya ditransaksikan di zona merah bahkan berberapa diantaranya anjlok mendekati level terendah yang diijinkan oleh bursa alias ARB (auto reject bawah).

Emiten distributor jarum suntik PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) memimpin koreksi pada perdagangan hari ini dengan depresiasi sebesar 6,52% ke level harga Rp 2.580/unit.

Sementara itu duo anak usaha Bio Farma yakni PT Indofarma Tbk (INAF) dan PT Kimia Farma Tbk (KAEF) menduduki peringkat kedua dan ketiga koreksi setelah anjlok masing-masing 5,42% dan 6,46% ke level harga Rp 4.360/unit dan RP 4.490/unit.

Sebelumnya secercah harapan muncul pada perdagangan dua hari terakhir dimana saat itu KAEF dan INAF bergerak liar bahkan sempat keluar dari zona merah meskipun akhirnya perdagangan kedua saham tersebut harus ditutup di zona merah.

Sementara itu koreksi lain dibukukan oleh cucu usaha Bio Farma yakni PT Phapros Tbk (PEHA) yang anjlok hingga 5,11% ke level Rp 1.670/unit.

Koreksi saham farmasi terjadi setelah kemunculan sentimen terkait vaksin Covid-19. Setelah BPOM memberikan lampu hijau penggunaan darurat vaksin Covid-19 buatan Sinovac dan dimulainya vaksinasi tahap pertama di Tanah Air.

Sebelumnya pada Desember lalu Indonesia berhasil mengamankan sebanyak 3 juta dosis vaksin Covid-19 dari Sinovac. Kemarin ada tambahan 15 juta bahan baku vaksin tiba di Tanah Air.

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi sadikin mengatakan bahwa bahan baku tersebut akan langsung diproses dalam laboratorium milik Bio Farma untuk kembali ditindaklanjuti. Bio Farma memiliki waktu sekitar satu bulan untuk memproduksi vaksin.

"Sehingga nanti di awal Februari kita sudah punya 12 juta vaksin dari 15 juta bahan baku ini," terang mantan Wakil Menteri Badan Usaha Miliki Negara (BUMN) itu kepada awak media.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(trp/trp)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading