IHSG Galau & Asing Keluar, Rupanya Ini yang Jadi Pemicunya

Market - Putra, CNBC Indonesia
21 January 2021 09:21
Ilustrasi IHSG (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi pertama Kamis (21/1/21) dibuka di zona hijau di level 6.476,09 atau kenaikan 0,72%, selang 12 menit IHSG terpangkas apresiasinya turun ke area 0,26% ke level6.446,10.

Data perdagangan mencatat, investor asing melakukan aksi jual bersih sebanyak Rp 60 miliar di pasar reguler hari ini dengan nilai transaksi hari ini menyentuh Rp 3,40triliun.

Tercatat asing melakukan jual bersih di saham PTBFI Finance IndonesiaTbk (BFIN) sebesar Rp 17 miliar dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) senilai Rp16 miliar.


Asing juga melakukan beli bersih (net buy) di saham PT Bank Central AsiaTbk(BBCA) Rp 43miliar dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp7 miliar.

Wall Street yang mencetak rekor penutupan tertinggi sepanjang masa usai dilantiknya Joe Biden. Selain pelantikan Biden, Senat AS yang sebelumnya dikuasai oleh Partai Republik, kini dikuasai oleh Partai Demokrat. Sehinggablue waveatau kemenangan penuh Partai Demokrat berhasil dicapai. Hal ini tentunya memudahkan Biden dalam mengambil kebijakan, termasuk dalam meloloskan paket stimulus US$ 1,9 triliun.

Parlemen AS menganut sistem 2 kamar, House of Representative (DPR) yang sudah dikuasai Partai Demokrat sejak lama, dan Senat yang pada rezim Donald Trump dikuasai Partai Republik.

Kemarin, 3 senator dari Partai Demokrat dilantik, Raphael Warnock dan Jon Ossoff dari Negara Bagian Georgia, serta Alex Padilla dari California. Partai Demokrat kini memiliki 50 senator sama dengan Partai Republik, tetapi memiliki satu suara lebih banyak yakni dari Wakil Presiden Kamala Harris.

Untuk diketahui, jumlah anggota Senat di AS sebanyak 100 orang, dimana setiap negara bagian memiliki 2 senator.

Berdasarkan undang-undang dasar AS, pasal 1 ayat 3, Wakil Presiden AS merupakan presiden Senat, dan tidak memberikan suara, kecuali saat voting hasilnya imbang. Artinya ketika mengambil keputusan hasilvotingseimbang 50 lawan 50, maka Wakil Presiden Kamala Harris berhak memberikan suaranya. Hal tersebut tentunya membuat Partai Demokrat kini menguasai Senat AS.

Untuk saat ini,blue wavemenjadi kabar baik, stimulus fiskal US$ 1,9 triliun bisa segera cair. Tetapi dalam jangka panjang, ada kemungkinan akan memberikan sentimen negatif ke pasar saham, sebab Joe Biden berencana menaikkan pajak.

Sementara itu dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) akan mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) pertama di tahun 2021. Konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia memperkirakan BI 7 Day Reverse Repo Rate tetap bertahan di 3,75%.

"Rupiah meroket pada November 2020 dengan apresiasi 3,5% terhadap dolar AS. Kemudian pada Desember 2020 masih menguat 0,5%. Namun akhir-akhir ini rupiah terpapar tekanan jual. Oleh karena itu, kami memperkirakan BI akan bermain aman dengan mempertahankan suku bunga acuan selagi menunggu dampak vaksinasi anti-virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19)," sebut Anthony Kevin, Ekonom Mirae Asset, dalam risetnya.

Stabilitas rupiah menjadi salah satu alasan BI diramal mempertahankan suku bunga acuannya. Jika suku bunga kembali diturunkan, makayieldobligasi di Indonesia juga akan menurun, hal ini dapat membuatcapital inflowmenjadi seret, bahkan tidak menutup kemungkinan terjadioutflowyang bisa menekan rupiah. Sebab selisihyielddengan negara-negara maju, misalnya dengan AS akan menyempit, hal itu membuat Indonesia sebagai negara berkembang menjadi kurang menarik.

Negara berkembang memiliki risiko investasi yang lebih tinggi ketimbang negara maju, sehingga untuk menarik aliran investasi diperlukanyieldyang lebih tinggi.

Stabilitas rupiah juga menjadi penting bagi investor asing masuk ke pasar saham, sebab jika rupiah melemah maka investor risiko rugi akibat kurs menjadi meningkat.

Stabilitas rupiah juga penting untuk menjaga inflasi agar tidak tinggi, apalagi di tengah pandemi Covid-19 yang membuat daya beli masyarakat menurun, kenaikan inflasi bisa menjadi masalah.

Selain BI, bank sentral Jepang (Bank of Japan/BoJ) serta European Central Bank (ECB) juga akan mengumumkan kebijakan moneter hari ini. Baik BoJ dan ECB diprediksi belum akan merubah kebijakannnya, tetapi proyeksi-proyeksi yang diberikan tentunya bisa menjadi penggerak pasar hari ini.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(trp/trp)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading