Suspensi Saham Emiten Manoj Punjabi & KIOS Dibuka!

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
21 January 2021 09:05
Monaj Punjabi angkat bicara soal isu saham yang

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Efek Indonesia (BEI) akhirnya membuka kembali suspensi perdagangan saham  emiten rumah produksi PT MD Pictures Tbk (FILM) dan emiten startup teknologi PT Kioson Komersial Indonesia Tbk. (KIOS) mulai Kamis ini (21/1/2021) setelah Rabu kemarin dihentikan sementara.

"Menunjuk Pengumuman Bursa No: Peng-SPT-0012/BEI.WAS/01-2021 tanggal 19 Januari 2021, perihal Penghentian Sementara Perdagangan (Suspensi) Saham MD Pictures, maka dengan ini diumumkan bahwa suspensi atas perdagangan saham FILM di Pasar Reguler dan Pasar Tunai dibuka kembali mulai perdagangan sesi I tanggal 21 Januari 2021," tulis BEI, Kamis (21/1).

Pengumuman yang sama juga berlaku untuk KIOS. Pada Rabu kemarin, perdagangan saham keduanya sama-sama 'digembok' alias dihentikan sementara (suspensi).


Manajemen BEI dalam pengumumannya menjelaskan, suspensi ini sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham KIOS, sehingga perlu ada cooling down.

"BEI memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham KIOS, pada perdagangan tanggal 20 Januari 2021."

Penghentian sementara perdagangan saham KIOS tersebut dilakukan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai, dengan tujuan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya di saham KIOS.

"Para pihak yang berkepentingan diharapkan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Perseroan."

Selain itu, alasan yang sama juga dilakukan untuk saham FILM.

Data BEI mencatat, saham KIOS sudah meroket 141% dalam sepekan terakhir dan sebulan juga terbang 292%, sementara saham FILM milik pengusaha film Manoj Punjabi, juga meroket 61% sepekan dan sebulan naik 67%.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading