Impor BBM Bakal Melonjak, Current Account RI & Rupiah Aman?

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
20 January 2021 19:40
Petugas mengisi Bahan Bakar Minyak pada kendaraan di salah satu SPBU dikawasana Cikini, Jakarta Pusat, Senin (2/4/2018).

Jakarta, CNBC Indonesia - Transaksi berjalan (current account) Republik Indonesia (RI) mencatat surplus untuk pertama kalinya sejak tahun 2011 pada kuartal III-2020 lalu. Artinya, nyaris 1 dekade transaksi berjalan Indonesia selalu mengalami defisit.

Transaksi berjalan mencerminkan arus devisa dari ekspor-impor barang dan jasa yang lebih berjangka panjang ketimbang aliran modal asing di sektor keuangan (hot money) yang sangat mudah datang dan pergi. Oleh karena itu, surplus transaksi berjalan menjadi penting dalam menopang penguatan rupiah.



Di kuartal IV-2020, transaksi berjalan kemungkinan masih akan mencatat surplus, sebab neraca dagang terus mencatat kinerja positif.

Pada Jumat (15/1/2021) lalu, badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca dagang di Desember 2020 mengalami surplus sebesar US$ 2,1 miliar. Dengan demikian, neraca dagang Indonesia sudah mencetak surplus dalam 8 bulan beruntun.

BPS melaporkan nilai ekspor tercatat US$ 16,54 miliar, tumbuh 14,63% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/YoY).

Sementara untuk impor, pada Desember 2020 sebesar US$ 14,44 miliar atau turun tipis 0,47%.

Sepanjang kuartal III-2020 surplus neraca dagang tercatat sebesar US$ 7,98 miliar, saat itu transaksi berjalan mampu surplus US$ 956,16 juta atau 0,4% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Sementara dengan rilis BPS Jumat lalu, surplus neraca dagang di kuartal IV-2020 mencapai US$ 8,38 miliar, lebih tinggi dari kuartal sebelumnya. Sehingga transaksi berjalan berpeluang besar masih surplus di 3 bulan terakhir 2020.

Harus diakui, pandemi penyakit akibat virus corona (Covid-19) menjadi "berkah" bagi transaksi berjalan. Sebab, demi meredam penyebaran Covid-19 pemerintah menerapkan kebijakan pembatasan sosial yang membuat roda bisnis melambat signifikan, mobilitas warga juga dibatasi. Alhasil, impor menjadi merosot tajam, sehingga neraca dagang mampu mencetak surplus dalam 8 bulan beruntun di 2020, bahkan hanya mengalami defisit di bulan April dan Januari saja.

Namun, beda cerita di tahun ini, perekonomian Indonesia diprediksi bangkit, sehingga impor akan kembali meningkat.

HALAMAN SELANJUTNYA >>> Pertamina Prediksi Impor Bensin Melonjak 54%

Pertamina Prediksi Impor Bensin Melonjak 54%
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading