China 'Boom' Sukses Hijaukan IHSG Meski Tipis

Market - Putra, CNBC Indonesia
18 January 2021 16:23
Warga mempelajari platform investasi di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (24/11/2020). (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia- Berkubang di zona merah pada pembukaan pagi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona hijau pada penutupan perdagangan awal pekan Senin (18/1/2021), menyusul rilis data kebangkitan ekonomi China.

Indeks acuan bursa nasional tersebut bertambah 0,26% ke 6.389,83. Sebanyak 195 saham menguat, 304 tertekan dan 149 lainnya flat. Transaksi bursa kembali bergairah dengan 35 miliar lebih saham diperdagangkan, sebanyak lebih dari 1,9 juta kali transaksi. 

Nilai transaksi bursa mencapai Rp 23,7 triliun, di mana investor asing membukukan penjualan bersih (net sell) sebesar Rp 247 miliar di pasar reguler.


Tercatat asing melakukan jual bersih di saham PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) sebesar Rp 95 miliar dan PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) senilai Rp 55 miliar.

Asing juga melakukan beli bersih (net buy) di saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 86 miliar dan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) Rp 80 miliar.

Pada pagi tadi, IHSG dibuka dibuka terkoreksi 0,13% ke level 6.365,02 mengikuti tren bursa Asia yang mayoritas juga dibuka di zona merah. Namun, sentimen pelaku pasar berbalik positif setelah rilis data dari Negeri Panda yang menunjukkan adanya pemulihan ekonomi.

Pembacaan angka produk Domestik Bruto (PDB) China kuartal IV-2020 yang diprediksikan akan tumbuh 6,1% YoY, lebih tinggi dari kuartal sebelumnya 4,9% ternyata lebih baik dari perkiraan dengan kenaikan 6,5% YoY.

Sementara produksi industri China juga lebih baik dari perkiraan setelah melesat 7,3% dibandingkan dengan konsensus yang memprediksikan output industri berada di kisaran 6,9%.

Meskipun demikian tercatat penjualan ritel kurang memuaskan karena hanya mampu tumbuh 4,6% sementara konsensus memprediksikan penjualan ritel Negeri Panda mampu melesat 5,5%

Sentimen positif tambahan muncul dari Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini di angka 4,8% atau 40 basis poin (bps) lebih tinggi dari perkiraan IMF sebelumnya di 4,4%.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(trp/trp)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading