Masuk Kontrak Baru, Harga CPO Langsung Terkerek 0,5%

Market - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
18 January 2021 12:25
Ilustrasi kelapa sawit. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Memasuki kontrak perdagangan periode yang baru, harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) mengalami kenaikan. Kontrak futures (berjangka) yang aktif ditransaksikan di Bursa Malaysia Derivatif Exchange tersebut naik 0,5% di awal pekan ini, Senin (18/1/2021).

Kontrak yang berakhir Maret sudah kadaluwarsa. Kini kontrak pengiriman tiga bulanan sudah masuk periode April 2021. Saat ditransaksikan harga kontrak tersebut naik ke level RM 3.335/ton.

Jelang berakhirnya kontrak berjangka, harga suatu komoditas biasanya mengalami penurunan mendekati harga komoditas aslinya. Kontrak futures biasanya ditransaksikan di harga yang lebih tinggi (premium) terhadap harga komoditas fisiknya. 


Fenomena ini disebut sebagai contango. Artinya pelaku pasar memperkirakan bahwa harga suatu komoditas dalam hal ini CPO akan lebih tinggi di masa depan. Namun harga kontrak juga bisa ditransaksikan lebih rendah dari harga underlying komoditasnya (backwardation) ketika prospek harga ke depan diramal menurun.

Setidaknya untuk kuartal pertama tahun ini harga CPO diramal masih akan positif. Harga komoditas unggulan RI dan Negeri Jiran ini diproyeksikan baru akan longsor pada paruh kedua tahun ini ketika kondisi mengalami perbaikan terutama karena adanya kenaikan produksi dari Indonesia sebagai penghasil terbesarnya di dunia.

Koreksi yang terjadi dalam waktu dekat juga dipicu oleh adanya lonjakan kasus Covid-19 di China. Awal tahun yang seharusnya dimanfaatkan sebagai momentum untuk menadah berkah jelang Tahun Baru Imlek kembali terancam.

China kembali mengetatkan pembatasan sosial di beberapa wilayah. Ratusan juta masyarakat China terancam gagal pulang kampung. Ada kemungkinan konsumsi tidak akan setinggi dalam keadaan normal dan membuat permintaan maupun restoking minyak sawit menjadi lebih rendah setelahnya.

Kenaikan kasus infeksi membuat beberapa wilayah di China harus kembali menerapkan karantina dan pengetatan pembatasan sosial. Di antara provinsi-provinsi tersebut ada Shijiazhuang, Xingtai dan Langfang.

Sementara itu Beijing juga meningkatkan kewaspadaan melalui screening untuk mencegah terbentuknya klaster di wilayah tersebut.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(twg/twg)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading