Analisis Teknikal

Biden Tebar "Duit" US$ 1,9 T, Siap-siap IHSG Tembus 6.500?

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
15 January 2021 08:43
President-elect Joe Biden speaks about the violent protests in Washington from The Queen theater in Wilmington, Del., Wednesday, Jan. 6, 2021. Biden has called the violent protests on the U.S. Capitol

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 0,11% ke 6.428,315 pada perdagangan Rabu kemarin. Data perdagangan mencatat investor asing melakukan aksi beli bersih (net buy) nyaris Rpo 400 miliar di pasar reguler, dengan nilai transaksi mencapai Rp 28,2 triliun.

Koreksi tersebut terbilang wajar melihat sejak awal tahun IHSG sudah melesat lebih dari 7%. Apalagi IHSG berada di level tertinggi sejak Juli 2019, artinya sudah kembali pulih jauh ke level sebelum pandemi penyakit virus corona (Covid-19) melanda.

Pada perdagangan hari ini, Jumat (15/1/2021) IHSG berpeluang kembali menguat, sebab ada kabar baik dari Amerika Serikat (AS). Presiden terpilih Joseph 'Joe' Biden pada Kamis waktu setempat mengumumkan akan menggelontorkan paket stimulus fiskal senilai US$ 1,9 triliun.


Stimulus fiskal jilid I di AS senilai US$ 2 triliun yang digelontorkan pada bulan Maret 2020 lalu menjadi salah satu kunci bangkitnya bursa saham AS dari keterpurukan. Bangkitnya bursa saham AS jua turut mengerek bursa saham lainnya, termasuk IHSG.

Sehingga stimulus kali ini juga berpotensi menimbulkan efek yang sama.

Secara teknikal, belum ada perubahan level-level yang harus diperhatikan dibandingkan analisis kemarin. 

Pergerakan IHSG pada Selasa dan Rabu membentuk pola Doji. Suatu harga dikatakan membentuk pola Doji ketika level pembukaan dan penutupan perdagangan sama atau nyaris sama persis.

Secara psikologis, pola Doji menunjukkan pelaku pasar masih ragu-ragu menentukan arah pasar apakah akan menguat atau melemah.

jkseGrafik: IHSG Harian
Foto: Refinitiv

IHSG masih bergerak di atas rerata pergerakan 50 hari (moving average/MA 50), 100 hari (MA 100), dan 200 hari (MA 200), yang menjadi modal untuk kembali menguat dalam jangka panjang.

Indikator stochastic pada grafik harian kini sudah memasuki wilayah jenuh jenuh beli (overbought).

Stochastic merupakan leading indicator, atau indikator yang mengawali pergerakan harga. Ketika Stochastic mencapai wilayah overbought (di atas 80) atau oversold (di bawah 20), maka suatu harga suatu instrumen berpeluang berbalik arah.

jkseGrafik: IHSG 1 Jam
Foto: Refinitiv 

Sementara itu pada grafik 1 jam, stochastic mulai keluar dari wilayah overbought, sehingga risiko koreksi IHSG cukup besar.

Resisten terdekat di kisaran 6.450, jika ditembus IHSG berpeluang menuju 6.500, bahkan tidak menutup kemungkinan lebih tinggi lagi.

Sementara jika tertahan di bawah resisten 6.450, IHSG berisiko melanjutkan koreksi. Support terdekat berada di kisaran 6.400 hingga 6.390, jika ditembus IHSG berisiko turun menuju 6.365. Support selanjutnya di kisaran 6.330.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading