Deretan Saham 'Pelat Merah' yang Bikin Bangga Wamen BUMN

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
14 January 2021 19:07
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo (CNBC Indonesia/Lidya Kembaren)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kinerja saham perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) beberapa waktu terakhir menunjukkan kinerja yang positif hingga saat ini.

Saham-sahamnya menunjukkan kenaikan harga yang signifikan hingga ratusan persen, terutama dalam 6 bulan terakhir secara akumulatif.

Dalam postingan Instagram Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjaatmadja, dia menyebutkan saham BUMN dengan kenaikan tertinggi untuk kategori saham dengan kapitalisasi pasar (market cap) di atas Rp 15 triliun yakni PT Bank BRISyariah Tbk (BRIS), PT Waskita Karya Tbk (WSKT) dan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA).


"Seru ini," tulis Kartika dalam akun Instagram pribadinya @tiko1973, Kamis (14/1/2021).

[Gambas:Instagram]

Dalam postingan tersebut, mantan Dirut Bank Mandiri ini menjabarkan sejumlah saham-saham perusahaan yang berada di berada di bawah pengawasan Wamen II.

Saham-saham ini terdiri dari saham bank, perusahaan konstruksi beserta pendukungnya, telekomunikasi dan penerbangan.

Dari 20 saham yang dipaparkan, terdapat 10 saham dengan nilai market cap di atas Rp 10 triliun. Kinerja sahamnya tiga teratas dipimpin oleh saham BRIS dengan kenaikan 317,38% dalam 3 bulan dan 680,06% dalam 6 bulan terakhir.

Selanjutnya diikuti oleh saham WSKT yang naik 155,38% dalam 3 bulan atau 132,17% dalam 6 bulan terakhir.

Lalu ada saham WIKA yang sepanjang 3 bulan naik 76,95% atau dalam 6 bulan terakhir mengalami kenaikan 69,29%.

Sedangkan untuk kinerja hariannya, saham BRIS ditutup turun -0,27% sepanjang hari ini ke harga Rp 3.760/saham. Dilepas oleh asing sebanyak Rp 7,23 miliar.

Pada perdagangan Kamis ini (14/1), saham WSKT sepanjang hari ini juga ikut terkoreksi 1,75% ke harga Rp 1.685/saham dengan aksi jual asing mencapai Rp 4,10 miliar.

WIKA juga melemah 1,39% sepanjang hari ini dengan harga penutupan Rp 2.130/saham. Asing mencatatkan net sell senilai Rp 4,56 miliar dari saham ini.

Tiga saham tersebut bahkan berhasil mengalahkan kinerja saham perbankan seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN).

Masuk juga dalam kategori saham ini PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM).

Sedangkan untuk saham dengan nilai kapitalisasi di bawah Rp 15 triliun, kinerja paling baik disumbang oleh PT Adhi Karya Tbk (ADHI). Sepanjang 3 bulan terakhir saham perusahaan ini naik 213,27% dan 6 bulan terakhir berhasil naik 176,56%.

Selanjutnya disusul oleh saham PT PP Tbk (PTPP) yang naik 129,83% selama 3 bulan dan sebesar 109,05% dalam waktu 6 bulan.

Di posisi ketiga ditempati oleh saham PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) yang naik 131,68% selama periode 3 bulan, sedangkan dalam 6 bulan naiknya sampai 256,71%.

Data BEI mencatat, hari ini saham ADHI kompak dengan perusahaan karya lainnya turun 1,94% ke harga Rp 1.770/saham dengan jual bersih dari asing mencapai Rp 1,57 miliar.

Saham PTPP ikut bertekuk lutut hari ini dengan koreksi 0,97% sepanjang hari ke Rp 2.050/saham. Sahamnya dilepas asing sebesar Rp 1,44 miliar.

Sedangkan saham SMBR hari ini malah naik 1,70% sepanjang hari ke Rp 1.195/saham. Asing mencatatkan net buy senilai Rp 1,49 miliar hari ini.

Saham lainnya dalam kelompok ini adalah PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP), PT Wika Gedung Tbk (WEGE) dan PT Wika Beton Tbk (WTON).

Lalu ada PT PP Properti Tbk (PPRO), PT PP Presisi Tbk (PPRE) dan PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA).


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading