Investor Bimbang, Bursa Eropa Bergerak Mixed di Pembukaan

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
14 January 2021 15:36
bursa eropa

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Eropa bergerak variatif pada sesi awal perdagangan Kamis (14/1/2021), di tengah keprihatinan seputar perkembangan virus Corona dan kondisi perpolitikan di Amerika Serikat (AS).

Indeks Stoxx 600, yang berisi 600 saham unggulan di Eropa menguat 0,2% di awal perdagangan. Indeks saham sektor teknologi melompat 1,6% memimpin indeks saham sektoral lainnya yang bercampur sedangkan indeks saham sektor utilitas melemah 0,3%.

Setengah jam kemudian reli indeks Stoxx bertambah menjadi 1,1 poin (+0,26%) ke 410,14. Indeks DAX Jerman tumbuh 44,9 poin (+0,32%) ke 13.984,63 dan indeks FTSE Inggris naik 8,5 poin (+0,13%) ke 6.753,99. Di sisi lain, CAC Prancis tertekan 1,6 poin (-0,03%) ke 5.661,08.


Pelaku pasar memantau perkembangan vaksinasi di berbagai negara dengan harapan bahwa pandemi akan segera berakhir. Kabar lebih positif seputar vaksin muncul setelah New England Journal of Medicine mengklaim vaksin besutan Johnson & Johnson sebagai aman dan efektif untuk orang tua maupun muda.

Namun, kabar agak negatif masih muncul di AS setelah House of Representative (DPR) setempat mufakat untuk memakzulkan Donald Trump dari kursi kepresidenan karena menyulut penyerbuan gedung Capitol.

Mantan taipan properti itu menjadi orang pertama dalam sejarah AS yang dimakzulkan dua kali. Namun, kabar itu tak membuat pelaku pasar cemas, terlihat dari kontrak berjangka (futures) indeks saham AS yang masih menguat tipis.

Di sisi lain, bursa Asia Pasifik bergerak mixed setelah investor di kawasan bereaksi terhadap data neraca perdagangan China per Desember yang menunjukkan bahwa ekspor Negeri Panda naik 18,1% secara tahunan.

Angka itu lebih tinggi dari ekspektasi analis dalam polling Reuters yang memperkirakan kenaikan 15%. Impor China juga tumbuh, sebesar 6,5%, atau lebih baik jika dibandingkan dengan ekspektasi pelaku pasar yang memperkirakan kenaikan 5%.

Di sisi lain, pelaku pasar memantau data ekonomi dari Jerman, yakni rilis pertumbuhan ekonomi 2020, sementara kabar korporasi akan muncul dari produsen mobil Renault yang bakal mengungkap strategi peningkatan produksinya.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading