Newsletter

Sudah Disuntik Vaksin Covid-19, Apa Kabar Jokowi & IHSG?

Market - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
14 January 2021 06:15
FILE -In this June 16, 2020 file photo, a sign for a Wall Street building is shown in New York. Earnings reporting season is about to get underway for big companies, and the forecasts are grim. Wall Street expects S&P 500 companies to report profits plunged by the most since the depths of the Great Recession during the second quarter. Earnings reports tend to matter deeply to investors because stock prices track the path of earnings over the long term.   (AP Photo/Mark Lennihan, File)

Di bursa saham New York, tiga indeks acuan utama ditutup tak kompak. Hanya indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite saja yang mengalami apresiasi, sementara indeks Dow Jones Industrial terkoreksi tipis. Hingga penutupan perdagangan S&P 500 naik 0,2% dan Nasdaq Composite terapresiasi 0,4%. Dow Jones ditutup minus 0,03%.

Saham-saham teknologi AS pun memimpin penguatan. Saham Intel melesat 7% setelah ada kabar bahwa CEO perusahaan Bob Swan akan turun dan digantikan oleh Pat Gelsinger efektif per 15 Februari. Saham Netflix dan Amazon menguat masing-masing sebesar 2,7% dan 1,4%. Sementara saham Apple naik lebih dari 1%.

Pada perdagangan sebelumnya harga saham-saham AS berguguran seiring dengan kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS. Yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun itu melesat ke atas 1%. Namun yield mulai turun meski masih di atas 1%. 


Ekspektasi akan adanya stimulus fiskal tambahan adalah salah satu alasan di balik kenaikan imbal hasil instrumen investasi pendapatan tetap tersebut. Presiden terpilih Joe Biden diperkirakan akan merilis rincian rencana ekonominya pada hari Kamis.

Kemenangan Senat dari Partai Demokrat di Georgia semakin mengukuhkan bahwa Kongres kini telah dikuasai oleh Partai Biru sehingga kemungkinan jalannya stimulus fiskal jumbo bernilai triliunan dolar AS akan lebih mulus.

Mengingat tren kenaikan yield obligasi, Credit Suisse merekomendasikan agar investor lebih memilih sektor yang pro-siklis, termasuk keuangan dan energi. Namun, kenaikan suku bunga dapat menjadi batu sandungan bagi growth stocks yang menjadi primadona pasar selama pandemi.

Sementara itu kondisi di Washington DC masih panas. DPR AS (The House) sepakat untuk memakzulkan Presiden Donald Trump atas tindakannya yang dianggap menghasut para pendukungnya untuk menyerang Gedung Kongres di The Capitol minggu lalu.

Dalam kerusuhan tersebut setidaknya ada lima orang tewas termasuk anggota polisi The Capitol. Klausul pemakzulan Trump akan akan dikirimkan ke Senat dalam waktu dekat. 

Sebelumnya, Wakil Presiden Mike Pence mengatakan pada Selasa malam bahwa dia tidak akan mencopot Presiden Donald Trump dari jabatannya karena merasa hal tersebut bukan menjadi prioritas nasional saat ini.

Meski banyak pihak yang mendukung pencopotan Trump termasuk 8 anggota DPR dari Partai Republik, tetapi proses pemakzulan kemungkinan besar sulit untuk dilakukan sebelum pelantikan presiden ke-46 AS pada 20 Januari nanti.

Cermati Sentimen Penggerak Pasar Hari Ini
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3 4
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading