Malaysia State Emergency vs RI Vaksinasi, Cek Nasib Ringgit!

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
13 January 2021 11:10
FILE PHOTO: A Malaysia Ringgit note is seen in this illustration photo June 1, 2017.     REUTERS/Thomas White/Illustration/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar ringgit Malaysia bangkit melawan dolar Amerika Serikat (AS) dan rupiah pada perdagangan Rabu (13/1/2020), setelah terpuruk Selasa kemarin pasca ditetapkannya keadaan darurat nasional (state emergency).

Melansir data Refinitiv, pada pukul 10:33 WIB, ringgit menguat 0,3% melawan dolar AS ke RM 4,0430/US$, setelah kemarin merosot ke level terlemah dalam 1 bulan terakhir. Sementara melawan rupiah, ringgit menguat 0,13% ke Rp 3.473,32/RM.

Kemarin, Raja Malaysia, Sultan Abdullah Sultan Ahmad Shah mengumumkan keadaan darurat nasional, hari ini. Keadaan darurat dideklarasikan untuk melawan lonjakan kasus corona di Negeri Jiran yang mengancam sistem kesehatan negara itu.


Sebelumnya Perdana Menteri Muhyiddin Yassin pada hari Senin (11/1/2021) mengumumkan pembatasan baru yang ketat di lebih dari separuh negara bagian. Termasuk memerintahkan warga untuk tinggal di rumah semua kecuali tujuan penting.

Penutupan sebagian besar bisnis juga dilakukan. Ia memperingatkan sistem perawatan kesehatan Malaysia sudah berada 'di titik puncak".

Mengutip Reuters, lockdown dilakukan di Kuala Lumpur dan lima negara bagian selama dua minggu. Ini menyusul kasus kumulatif yang menyentuh lebih dari 135 ribu kasus per minggu.

"Wabah Covid-19 di negara ini berada pada tahap yang sangat kritis dan ada kebutuhan untuk keadaan darurat," kata sebuah pernyataan dari istana nasional, dikutip dari AFP.
Hal tersebut membuat ringgit terpuruk melawan dolar AS dan rupiah. Tapi tidak lama, hari ini mampu bangkit kembali. Ringgit bahkan mampu menguat melawan rupiah saat Republik Indonesia (RI) mulai melakukan vaksinasi massal pagi ini.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi Warga Negara Indonesia pertama yang mendapat suntikan vaksin CoronaVac buatan perusahaan farmasi asal China, Sinovac. Setelah Jokowi, ada beberapa pejabat yang ikut divaksinasi.

Meski prosesnya akan memakan waktu yang cukup panjang untuk agar vaksinasi di seluruh Indonesia selesai, tetapi harapan akan hidup berangsur-angsur normal kembali, dan perekonomian bisa bangkit kembali.

"Distribusi vaksin adalah kunci pemulihan ekonomi. Tanpa vaksin, masyarakat masih akan defensif sehingga pertumbuhan penawaran tidak seimbang dengan permintaan. Tanpa distribusi vaksin yang cepat, pemulihan ekonomi akan lebih mengarah ke U-shaped ketimbang V-shaped," sebut Anthony Kevin, Ekonom Mirae Asset, dalam risetnya.

Sayangnya, meski vaksinasi sudah dimulai sementara Malaysia menetapkan keadaan darurat nasional, rupiah belum mampu melanjutkan penguatan melawan ringgit pada perdagangan hari ini.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading