Seng Ada Lawan! Harga Nikel Reli Non-stop Sejak April 2020

Market - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
13 January 2021 10:37
A worker poses with a handful of nickel ore at the nickel mining factory of PT Vale Tbk, near Sorowako, Indonesia's Sulawesi island, January 8, 2014. REUTERS/Yusuf Ahmad

Jakarta, CNBC Indonesia - Sempat anjlok, harga kontrak nikel periode tiga bulan yang aktif ditransaksikan di London Metal Exchange (LME) menguat. Kini harga logam dasar komponen stainless steel tersebut berada di level tertingginya sejak hampir satu setengah tahun terakhir.

Untuk 1 metrik ton nikel harganya dibanderol di US$ 17.671/ton pada perdagangan kemarin, Selasa (12/1/2021). Harga nikel menguat 2,64% dibanding harga pada perdagangan sebelumnya.

Harga nikel sempat longsor saat pandemi Covid-19 merebak. Apalagi saat itu China langsung mengambil kebijakan ketat berupa lockdown di Kota Wuhan dan sekitarnya. Aktivitas sektor bisnis terutama produksi stainless steel yang terhambat membuat permintaan jatuh dan ikut mengerek turun harganya.


Harga nikel anjlok dari kisaran US$ 14.000/ton di Desember 2019 menjadi US$ 11.000/ton pada awal Maret 2020. Namun pada periode sebelumnya harga nikel sempat mencapai level tertinggi di bulan September 2019 terutama ketika ada kabar Indonesia akan menghentikan ekspor bijih nikel.

Harga nikel baru mengalami kenaikan sejak bulan April tahun lalu. Harga mulai menyentuh level US$ 17.000/ton mulai bulan Desember 2020.

Harga Nikel di LME

Menghadapi larangan Indonesia atas ekspor bijih nikel sejak Januari, produsen nikel pig iron (NPI) China telah menggunakan stok yang mereka peroleh sebelum kebijakan tersebut diberlakukan.

Permintaan yang tinggi dari produsen stainless steel yang menyumbang sekitar dua pertiga dari permintaan nikel global yang diperkirakan sekitar 23 juta ton tahun lalu. Permintaan yang kokoh membuat harga terdongkrak.

Namun kenaikan produksi NPI Indonesia diperkirakan bakal menurunkan harga nikel. Produksi NPI Indonesia diperkirakan naik antara 690.000-800.000 ton tahun ini. Sebelumnya, kekurangan bijih nikel akan diperparah oleh musim hujan di Filipina, yang kemungkinan akan mengganggu pasokan hingga setidaknya Januari 2021.

Itulah mengapa harga nikel bisa reli tak terhenti. Di sisi lain outlook bullish adanya periode super-cycle commodity setelah pandemi Covid-19 dan tren penggunaan mobil listrik berbaterai nikel yang semakin marak diperkirakan bakal membuat harga komoditas tambang ini melesat dan tembus US$ 20.000/ton.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]

(twg/twg)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading