Ada Kabar Pemilik Shopee Caplok Bank KSE, Jadi Bank Digital?

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
12 January 2021 15:08
Dok.Sea Group

Jakarta, CNBC Indonesia - Sea Limited (Sea Group), perusahaan induk e-commerce Shopee, yang sahamnya tercatat di Bursa New York Stock Exchange (NYSE) dikabarkan masuk menjadi pemegang saham PT Bank Kesejahteraan Ekonomi atau dikenal dengan Bank BKE.

Sebelumnya, pada awal Desember 2020, Sea Group, baru saja mendapatkan lisensi perbankan digital secara penuh oleh otoritas moneter Singapura, bersama dengan konsorsium Grab-Singtel.

Selain Singapura, Indonesia, sebagai negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, juga disebutkan menjadi pasar 'panas' bagi bisnis fintech dan perbankan digital.


Mengutip sumber KrASIA, diketahui bahwa Sea Group kemungkinan besar mengakuisisi bank lokal di Indonesia untuk membangun bisnis perbankan digitalnya.

Hal itu juga tampak dari publikasi situs karier Shopee.co. Dalam situs resminya, perusahaan tengah merekrut tim lokal untuk ditempatkan di "SeaMoney Bank" di Jakarta dan Bandung, yang mencakup peran yang meliputi manajemen bakat, pajak, dan manajemen hubungan pendanaan.

Hingga saat ini Sea Group belum memberikan pernyataan resmi soal ini. Mengutip KrAsia, perusahaan juga tidak berkomentar tentang adanya perekrutan SDM untuk bank digital di Jakarta dan Bandung.

Halaman karier menunjukkan bahwa tim baru akan ditempatkan di "SeaMoney-Bank BKE (bagian dari Sea Group), berlokasi di Menteng, Jakarta Pusat. Hanya saja ketika diakses kembali oleh CNBC Indonesia, pada Selasa ini (12/1/2021), tidak tertulis keterangan Bank BKE.

ShopeeFoto: Shopee
Shopee

Adapun kabar pasar yang beredar menyebutkan, Sea Group mengambilalih saham Bank BKE pada awal tahun lalu dari perusahaan milik pengusaha nasional, Setiawan Ichlas yakni Danadipa.

Situs Bank BKE mencatat, pemegang saham Bank BKE yakni PT Danadipa Artha Indonesia 94,95% dan PT Koin Investama Nusantara 5,05%.

CNBC Indonesia telah berupaya untuk mengkonfirmasi kabar ini kepada Dewan Komisioner Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Heru Kristiana, namun belum memberikan respons.

Menurut situsnya, Bank BKE didirikan pada tahun 1992 dengan pemegang saham hampir 95% oleh Danadipa.

Informasi publik mengenai pemegang saham terakhir (beneficial ownership) memang masih minim, namun Danadipa Artha Indonesia memiliki satu direktur bernama Intan Apriadi yang juga menjabat sebagai komisaris di PT Lentera Dana Nusantara, menurut profil LinkedIn Apriadi.

Lentera Dana Nusantara adalah perusahaan fintech yang mengoperasikan ShopeePay Later. Jadi, Sea mungkin memiliki ketersambungan dengan Bank BKE melalui Danadipa Artha Indonesia.

Situs karier Shopee hanya menyebutkan bahwa SeaMoney "memungkinkan dan mendorong inovasi dengan menyediakan berbagai macam produk dan layanan keuangan untuk individu dan UKM di seluruh wilayah".

Sebelumnya, bank digital di Indonesia juga menjadi tren perbankan. Terakhir, Gojek berinvestasi di PT Bank Jago Tbk (ARTO) melalui unit pembayaran dan layanan keuangannya yakni Gopay, dengan mengakuisisi sekitar 22% saham Bank Jago.

Pada 2019, perusahaan fintech Akulaku juga mengakuisisi PT Bank Yudha Bhakti Tbk (BBYB), yang berganti nama menjadi Bank Neo Commerce tahun lalu.

Awal masuk Danadipa ke BKE terjadi saat bank tersebut melakukan aksi korporasi penerbitan saham baru tanpa hak memesan efek terlebih dahulu atau private placement yang diserap oleh Danadipa. BKE saat itu menerbitkan 100 juta saham seri B.

Sebelumnya saham BKE dipegang Reliance Sekuritas, Dana Pensiun Jasa Raharja, Dana Pensiun Asuransi Jasa Indonesia, dan Koperasi Pegawai BKE .


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading