AS Chaos, Wall Street Tak Peduli & DJIF Malah Menguat

Market - Putra, CNBC Indonesia
07 January 2021 10:17
Trump supporters try to break through a police barrier, Wednesday, Jan. 6, 2021, at the Capitol in Washington. As Congress prepares to affirm President-elect Joe Biden's victory, thousands of people have gathered to show their support for President Donald Trump and his claims of election fraud.(AP Photo/John Minchillo)

Jakarta, CNBC Indonesia Bursa saham Amerika Serikat alias Wall Street kembali menunjukkan anomali terhadap kerusuhan yang terjadi di pusat pemerintahan Washington D.C. setelah kembali menghijau pra-perdagangan waktu setempat.

Terpantau indeks kontrak berjangka Dow Futures berhasil melesat 0,45%, kontrak berjangka yang sama di indeks besar lain seperti S&P 500 dan Nasdaq juga sukses melesat masing-masing 0,59% dan 0,84%

Kenaikan indeks kontrak berjangka di Wall Street sendiri setelah Partai Demokrat berpotensi besar memenangkan satu dari dua pemilihan Senat AS di Georgia dan berpotensi unggul di pemilihan lainnya, sehingga Demokrat berpotensi mengambil alih posisiPartai Republik yang kini mengendalikan Kongres.


Potensi kemenangan Demokrat menjadi kekuatan untuk memajukan tujuan kebijakan Presiden terpilih Joe Biden. Hasil pemilihan saat ini masih belum disampaikan hingga Rabu pekan depan.

Jika Senat AS di menangkan oleh Demokrat, kebijakan-kebijakan peningkatan pengeluaran fiskal, peningkatan pajak dan peraturan lainnya yang lebih ketat, dapat menjadi dorongan positif untuk pertumbuhan ekonomi global, sehingga investor cenderung akan bermain di aset-aset berisiko yang menyebabkan indeks saham kembali melesat.

Pada kerusuhan-kerusuhan sebelumnya juga para pelaku pasar nampaknya tutup mata seperti ketika demo besar-besaran terjadi di seluruh AS yang menuntut persamaan hak-hak orang kulit hitam atau lebih dikenal dengan Black Lives Matter.

Sebelumnya diberitakan, terjadi ledakan di gedung kongres Amerika Serikat (AS), Capitol Hill, di Washington D.C. Ledakan ini berasal dari kepolisian yang sedang berusaha menghalau laju massa pendukung Donald Trump yang ingin menyerbu gedung itu untuk membatalkan penetapan kemenangan Joe Biden sebagai Presiden AS.

DikutipReuters, cahaya terang menyala di depan gedung parlemen itu yang dipenuhi oleh massa pendukung Trump yang sedang berusaha menembus barikade polisi. Selain beberapa amunisi ledak, polisi juga menggunakan gas air mata untuk menghambat laju demonstran yang ingin menyerbu ke dalam gedung.

Sejauh ini dilaporkan seorang demonstran telah tewas dalam kejadian ini. Diketahui demonstran itu adalah seorang wanita yang tertembak di dada usai memasuki dalam gedung Capitol.

Sementara itu para anggota Senat, DPR, dan juga Wakil Presiden Mike Pence telah dievakuasi ke tempat yang aman. Ketua DPR AS Nancy Pelosi juga memutuskan untuk melanjutkan sidang penetapan Joe Biden sebagai Presiden AS ke-46 pada Rabu (6/1/2021) malam waktu setempat.

Disisi lain, Trump sendiri telah memerintahkan pasukan semi militer, Garda Nasional AS, untuk mengamankan wilayah Washington DC dan beberapa negara bagian lainnya untuk mengamankan situasi. Sempat disebut mendukung demonstran, Trump menghimbau agar pendukungnya mematuhi aturan yang berlaku.

"Saya meminta semua orang di U.S. Capitol untuk tetap damai. Tidak ada kekerasan! Ingat, Kita adalah Partai Hukum & Ketertiban ... Terima kasih!" cuit Trump dalam akun Twitternya @realDonaldTrump.

Sebelumnya kerusuhan terjadi setelah demo besar yang dilakukan massa pendukung Trump. Sejak Rabu pagi, mereka datang untuk menyuarakan kecurangan pemilu yang diklaim petahana.


[Gambas:Video CNBC]

(trp/trp)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading