Moody's: Rating RI di Baa2 untuk Penerbitan Obligasi Valas

Market - Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
06 January 2021 09:54
FILE - This August 2010 file photo shows a sign for Moody's Corp. in New York. Moody's is expected to report financial earnings Friday, Oct. 21, 2016. (AP Photo/Mark Lennihan, File)

Jakarta, CNBC Indonesia - Lembaga pemeringkat internasional, Moody's Investors Service telah menetapkan peringkat utang senior dalam denominasi dolar Amerika Serikat (AS) dan Euro yang dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia di peringkat Baa2 (stabil). Penerbitan utang tersebut memiliki tenor hingga 50 tahun.

Menurut syarat dan ketentuan yang ditentukan oleh Moody's, obligasi tersebut akan dikeluarkan berdasarkan program sebesar US$ 10 miliar yang diajukan kepada Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) di AS dan merupakan kewajiban langsung, tanpa syarat dan tidak terikat dari Pemerintah Indonesia.

Utang tersebut akan menempatkan Pari Passu dengan seluruh utang luar negeri (ULN) senior Pemerintah Indonesia saat ini dan yang akan datang.


Hasil dari penerbitan utang tersebut dimaksudkan untuk keperluan anggaran umum, termasuk untuk mendanai sebagian upaya bantuan dan pemulihan virus corona(Covid-19).

Peringkat tersebut mencerminkan peringkat emiten jangka panjang Pemerintah Indonesia, yakni di peringkat Baa2 dengan outlook stabil.

Peringkat Baa2 Indonesia ditopang oleh penekanan kebijakan terhadap stabilitas makroekonomi yang meningkatkan ketahanannya terhadap guncangan akibat pandemic Covid-19. Profil kredit sovereign didukung oleh defisit fiskal yang sempit dan rasio utang pemerintah yang rendah.

Namun, tantangan yang dapat mempengaruhi peringkat utang Indonesia masih terjadi hingga kini, di mana tantangan tersebut adalah kasus terjangkit Covid-19 yang belum menurun

Dilaporkan kasus virus corona (Covid-19) harian terus menanjak hinggakini dan belum melandai. Hal ini memicu kembali diterapkannyaPembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di seluruh Indonesia dan memberikan pukulan telak bagi industri pariwisata, yang tentunya akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi.

Meskipun defisit transaksi berjalan dan anggaran Indonesia berada di zona rendah, namun setiap keengganan risiko yang berkepanjangan akan membebani keterjangkauan utang yang sudah lemah dan menguji penyangga eksternal.

Investasi non-residen yang cukup besar di Indonesia membuktikan bahwa aliran modal asing yang masukdi Indonesiamasih berayun, yang diperkuat dari kondisi pasar keuangan di global.

Hal Ini akan berdampak di seluruh sektor ekonomi, tidak hanya untuk segi fiskal dan eksternal, tetapi juga untuk bisnis dalam negeri. Profil kredit korporasi yang lebih lemah karena pembayaran utang yang lebih tinggi dan biaya roll-over dapat mempengaruhi kualitas aset perbankan.

Prospek peringkat Baa2 yang stabil mencerminkan risiko mulai seimbang, dengan menggabungkan risiko downside dari tantangan politik untuk implementasi lebih lanjut dari reformasi ekonomi, dengan fiskal dan peraturan yang luas.

Prospek yang stabil juga memperhitungkan risiko yang berbanding terbalik dari potensi peningkatan daya saing sebagai hasil dari implementasi reformasi yang efektif.

Risiko Lingkungan, Sosial dan Tata Kelola Dapat Mempengaruhi Peringkat Utang.

Risiko lingkungan menjadi salah satu pertimbangan untuk pengembangan kredit material bagi Indonesia.Banjir di pesisir pantaiakibat naiknya permukaan laut menjadi perhatian khusus yang akan berdampak luas kepada produksi pertanian dan ketahanan pangan.

Di 2019, pemerintah mengumumkan rencananya untuk merelokasi ibu kota negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur, karena ibu kota yang ada saat ini sangat rentan terhadap kenaikan permukaan laut dan efek lainnya.

Secara terpisah, permintaan akan pembukaan lahan dan pembangunan yang masif telah menyebabkan erosi tanah dan deforestasi.

Selain itu dari letak geografisnya, Indonesia juga rawan mengalami aktivitas seismik yang cukup besar yang diwujudkan dalam bencana alam seperti gempa bumi, tsunami dan gunung berapi.

Pertimbangan sosial juga memberikan pengaruh terbatas bagi profil kredit Indonesia. Demografi bertindak langsung sebagai dukungan kredit, mengingat populasi usia kerja yang cukup besar dan makin bertambah.

Namun, kualitas Pendidikandi Indonesia masih tertinggal dari standar yang ditetapkan oleh globalOleh karena itu, pemerintah berencana meningkatkan belanja fiskal untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Faktor-faktor yang Dapat Menyebabkan Naik-Turunnya Peringkat Utang

Seiring berjalannya waktu, indikasi langkah-langkah kebijakan fiskal dapat bertahan lama dan secara signifikan meningkatkan pendapatan pemerintah yang akan membuat peringkatUtang semakin baik.

Pendapatan yang lebih tinggi akan meningkatkan fleksibilitas fiskal dan menyediakan lebih banyak sarana keuangan langsung bagi pemerintah untuk mengatasi kebutuhan belanja infrastruktur sosial dan fisik yang besar.

Peringkat akan naik apabilapotensi pertumbuhan Indonesia akan menguat terhadap tingkat yang sepadan dengan pertumbuhan populasi dan tingkat pendapatan negara, termasuk melalui pendalaman pasar keuangan dan peningkatan daya saing.

Namun peringkat tersebut dapat tertekan atau turunjika kemungkinan ini akan muncul, yakni:

  1. Perlambatan pertumbuhan yang berkepanjangan yang berdampak ke ekonomi dan fiskal, yang mengakibatkan pada sulitnya meminimalisir defisit fiskal
  2. Penurunan posisi eksternal, seperti depresiasi mata uang yang berkepanjangan atau derasnya arus modal yang keluar.

TIM RISET CNBC INDONESIA


(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading