Sempat Merah, Ini Saham yang Bertarung Bikin IHSG Goyang

Market - Tri Putra, CNBC Indonesia
04 January 2021 10:07
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan pertama di tahun 2021 (4/1/2021) dengan berayun liar dari zona hijau ke zona merah.

Sempat dibuka melesat menembus level psikologis 6.000 bahkan sempat menyentuh level 6.012 atau kenaikan 0,55%, IHSG tiba-tiba anjlok parah hingga menyentuh level 5.929 atau koreksi 0,83%.

Setelah terkoreksi tajam IHSG kembali merangkak kembali kezona hijau sebelum akhirnya sementara ini terkoreksi 0,32% di level 5.961,99.
Gerak liar IHSG terjadi setelah saham-saham unggulan di bursa bergerak venderung mixed.


Data perdagangan mencatat saham-saham batu bara terkoreksi cukup parah hari ini seperti PT Indika Energy Tbk (INDY) yang anjlok 6,36% dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) yang koreksi 5,78%.

Sedangkan saham-saham telekomunikasi melesat pada perdagangan hari ini dengan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) yang naik 0,91% dan PT Indosat Tbl (ISAT) yang melesat 5,94%.

Berikut saham-saham pemberat dan pengangkat pasar pada perdagangan hari ini.


Terpantau terdapat 2 sektor yang bersemangat mengerek IHSG ke jalur hijau pada perdagangan hari ini yakni sektor telekomunikasi seperti yang sudah disebutkan di atas dimana TLKM menyumbang kenaikan IHSG terbesar yakni 3,97 indeks poin sedangkan ISAT menduduki posisi kedua dengan sumbangan 2,12 indeks poin.

Selain sektor telekomunikasi, sektor yang hari ini juga sumringah adalah sektor perbankan, terutama 4 perbankan raksasa terbesar di Indonesia yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang menyumbang kenaikan 1,64 poin setelah terapresiasi 0,15% dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dengan sumbangan 1,20 poin setelah melesat 0,81%.

Sedangkan saham pemberat IHSG terbesar datang dari PT Perusahaan Gas Nasional Tbk (PGAS) yang terkoreksi cukup parah 5,44% dan menekan indeks sebanyak 2,83 poin.

Selain itu muncul pula nama emiten batu bara yakni PT Adaro Energy Tbk (ADRO) yang anjlok 2,45% dan menekan indeks sebanyak 1,45 poin. indeks sektoral pertambangan memang sedang terkoreksi parah pada perdagangan hari ini dengan koreksi 0,41%.


TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(trp/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading