Wall Street 2020: Dari Tekor Jadi Rekor!

Market - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
01 January 2021 19:00
A traders works on the floor of the New York Stock Exchange, (NYSE) in New York, U.S., March 22, 2018. REUTERS/Brendan McDermid

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Amerika Serikat (AS) menutup 2020 dengan gilang gemilang. Di tengah ancaman pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19), Wall Street berhasil menyentuh rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Pada perdagangan terakhir 2020, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) menguat 0,65% ke 30.606,48. Sementara S&P 500 naik 0,64% menjadi 3.756,07 dan Nasdaq Composite bertambah 0,14% ke 12.888,28. DJIA dan S&P 500 menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa.


Selama 2020, DJIA membukukan penguatan 7,25% secara point-to-point. Sedangkan S&P 500 melesat 16,31% dan Nasdaq meroket 43,67%.

wallSumber: Refinitiv

Tidak kurang Presiden AS Donald Trump ikut semringah. Dalam cuitan di Twitter, sang presiden ke-45 Negeri Adidaya menyatakan gembira dengan pencapaian bursa saham yang mencatatkan rekor baru.

Namun perjalanan Wall Street tidak mulus. Pada kuartal II-2020, seperti indeks saham lainnya di dunia, DJIA cs tertekan parah.

Maklum, saat itu AS (dan dunia) sedang getol-getolnya menerapkan pembatasan sosial alias social distancing untuk menekan penyebaran virus corona. Pada pertengahan Maret, S&P 500 ambles 9,5%, koreksi harian terdalam sejak 1987.

Kebijakan Fiskal dan Moneter Dongkrak Pasar Saham
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading