Bila Saja BLT US$ 2.000 Cair, Apa Dampaknya ke Ekonomi AS?

News - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
31 December 2020 19:02
In this April 23, 2020, photo, President Donald Trump's name is seen on a stimulus check issued by the IRS to help combat the adverse economic effects of the COVID-19 outbreak, in San Antonio. The US government has distributed about 130 million economic impact payments to taxpayers in less than 30 days. The IRS anticipates sending more than 150 million payments as part of a massive coronavirus rescue package. The distribution has had some hiccups, including an overwhelmed website, payments to deceased taxpayers and money sent to inactive accounts. (AP Photo/Eric Gay)

Jakarta, CNBC Indonesia - Upaya pemerintah Amerika Serikat (AS) mendongkrak nilai bantuan langsung tunai (BLT) menjadi US$ 2.000 per orang kian jauh panggang dari api. AS pun batal menggeser Australia dari sisi rasio stimulus.

Saat ini, negara di seluruh dunia berlomba untuk menahan ekonomi masing-masing dari kejatuhan akibat pandemi. Stimulus pun digulirkan dengan menjalankan strategi kebijakan "helikopter uang."

Di antara negara-negara maju yang menggelontorkan stimulus, Jepang mencuri perhatian dengan rasio nilai stimulus terbesar jika dibandingkan dengan Produk Domestik Bruto (PDB), yakni sebesar 22,1%. AS yang berada di posisi keempat berpeluang naik ke posisi ketiga jika saja stimulus berupa BLT dinaikkan menjadi US$ 2.000.


Namun, kini peluang tersebut kian mengecil setelah Pimpinan Mayoritas Senat Mitch McConnel mengatakan pihaknya tak akan memisahkan tiga isu yang dikaitkan Presiden Trump menjadi satu. "Demokrat takut menyasar dua di antaranya," tuturnya dalam forum Senat, sebagaimana dikutip CNBC International.

Sebelumnya, DPR AS yang dikuasai kubu Demokrat telah menyepakati Undang-Undang terpisah untuk mendongkrak nilai BLT dari US$ 600 menjadi US$ 2.000 per orang. Meski demikian, Senat yang dikendalikan Partai Republik menyatakan tak akan memuluskan UU tersebut jika tuntutan Trump tak dipenuhi.

Trump meminta BLT jumbo tersebut dibarengi pencabutan Aturan Kepantasan Komunikasi yang menyediakan perlindungan pengguna internet dari tanggung-jawab hukum, dan meminta pembentukan komisi penyidik fraud pemilihan presiden.

Saat ini, Departemen Keuangan AS telah mulai mentransfer dana stimulus tersebut ke masyarakat AS. Keputusan mengena tambahan nilai BLT harus diteken pada Rabu waktu setempat jika ingin kebijakan tersebut diimplementasikan sebelum pergantian tahun.

Ketua DPR Nancy Pelosi mendesak Senat menyetujui UU terpisah sebelum akhir pekan ini, untuk memuluskan stimulus jumbo yang ditunggu-tunggu masyarakat AS tersebut.

Perbedaan politik seputar BLT ini telah mewarnai dinamika politik di AS sejak 8 bulan yang lalu. Sebelumnya, kubu Demokrat mengusulkan stimulus sebesar US$ 2 triliun, sedangkan kubu Republik mengusulkan angka US$ 1 triliun.

Namun, hasil kesepakatan berujung pada stimulus sebesar US$ 900 miliar yang memasukkan BLT sebesar US$ 600 per orang, atau separuh dari usulan Demokrat sebesar US$ 1.200 per orang.

Efek ke PDB Sangat Besar
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading