Bila Saja BLT US$ 2.000 Cair, Apa Dampaknya ke Ekonomi AS?

News - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
31 December 2020 19:02
Demonstrators are silhouetted as they march in front of Congress during a protest against cutbacks in university budgets in Buenos Aires, Argentina, August 30, 2018. REUTERS/Marcos Brindicci

Aneta Markowska, Kepala Ekonom Jefferies, memperkirakan BLT senilai US$ 2.000 akan berujung pada kenaikan PDB 2021 sebesar 1%, dan bisa ditutup mendekati angka 6% pada akhir tahun depan.

Stimulus yang lebih besar itu juga akan mengakselerasi pemulihan pasar tenaga kerja dn memangkas jarak pencapaian pembukaan lapangan kerja penuh serta target inflasi 2% hingga dua atau tiga kuartal dari yang seharusnya.

Sementara itu, Ekonom Kepala Goldman Sach Jan Hatzius mendongkrak proyeksi PDB AS menjadi 5% untuk kuartal I-2020 dari semula 3% karena ekspektasi stimulus tersebut. Untuk setahun penuh, PDB AS ditargetkan mencapai 5,8% atau naik dari proyeksi sebelumnya sebesar 5,3%.


Hal ini wajar saja terjadi karena konsumsi rumah tangga menyumbang nyaris 70% terhadap PDB Negara Adidaya tersebut. Ketika konsumsi terjaga, meski berkat bantalan berupa stimulus, maka perputaran ekonomi pun terjaga.

Sejauh ini, paket stimulus Covid-19 senilai US$ 900 miliar memberikan bantuan bagi jutaan warga AS yang kesulitan mengakses kebutuhan pokok akibat kehilangan pekerjaan selama pandemi.

Anggaran sebesar US$ 13 miliar dialokasikan untuk Program Pendampingan Gizi Tambahan (Supplemental Nutrition Assistance Program/SNAP) yang akan dinaikkan nilainya sebesar 15% per bulan untuk para penerimanya.

Selain itu, ada anggaran jutaan dolar untuk program Meals on Wheels yang membantu pemenuhan makanan pokok bagi masyarakat AS. Menurut Urban Institute, pada akhir September hampir 20% warga dewasa dan 40% keluarga di AS yang terkena imbas PHK di masa pandemi menghadapi problem ketahanan pangan.

"Kesulitan makanan meningkat signifikan selama Covid-19, terutama bagi rumah tangga yang kepala keluarganya adalah warga kulit hitam dan keturunan Latin," tutur Luis Guardia, Presiden Food Research & Action Center sebagaimana dikutip CNBC International.

Berkat paket stimulus, semua penerima program SNAP akan mendapatkan tambahan manfaat bulanan sebesar 15% (US$ 25 per orang) dari Januari hingga Juni 2021. Untuk keluarga dengan 4 anak akan mendapatkan tambahan US$ 100 per bulan.

UU stimulus yang baru juga memberikan kelonggaran misalnya bagi pengangguran baru untuk mendapatkan tunjangan, maupun bagi mahasiswa untuk mengajukan penundaan beberapa syarat.

Aturan tersebut juta mengalokasikan dana US$ 5 juta untuk Departemen Pertanian memperkuat kemampuan memesan makanan secara online. Secara total, warga AS bisa mendapatkan dana senilai US$ 234 per bulan, atau keluarga dua anak bisa mendapatkan US$ 782 hingga US$ 1.440 sampai dengan Juni 2021.

Sayang, rencana tersebut kemungkinan akan kandas di pergantian tahun ini karena faktor politik.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading