Antam Ikut Bangun Pabrik Baterai, Yuk Intip Cadangan Nikelnya

Market - Wilda Asmarini, CNBC Indonesia
30 December 2020 16:40
A worker uses the tapping process to separate nickel ore from other elements at a nickel processing plant in Sorowako, South Sulawesi Province, Indonesia March 1, 2012. REUTERS/Yusuf Ahmad

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah semakin serius mengembangkan hilirisasi nikel hingga ke pembangunan pabrik baterai dan mobil listrik. Sejumlah produsen baterai kendaraan listrik kelas dunia diajak menjadi investor untuk membangun pabriknya di Tanah Air, salah satunya LG Group, perusahaan asal Korea Selatan.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan, pembangunan pabrik baterai listrik senilai US$ 9,8 miliar (atau sekitar Rp 142 triliun) oleh calon investor LG Energy Solution dengan konsorsium Badan Usaha Milik Negara (BUMN) MIND ID ini akan terintegrasi dari hulu hingga hilir.


Dia mengatakan, pembangunan pabrik baterai akan dilakukan di dua kawasan yang berbeda yakni Maluku Utara untuk sektor hulu dan Kawasan Industri Batang, Jawa Tengah untuk pabrik sel baterai.

"Lokasi pabrik tersebut dibagi jadi 2, untuk hulu membangun smelter dan tambang di Maluku Utara. Kemudian katoda, prekursor, dan sebagian baterai cell berdasarkan hasil survei, itu akan dilakukan di Batang (Jawa Tengah)," jelasnya dalam konferensi pers virtual, Rabu (30/12/2020).

Konsorsium LG Energy Solution akan bekerja sama dengan konsorsium BUMN yang terdiri dari PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum (MIND ID) dan PT Aneka Tambang Tbk, bersama dengan PT Pertamina (Persero), dan PT Perusahaan Listrik Negara (PErsero) atau PLN.

Dari sisi hulu, tentunya konsorsium ini akan mengandalkan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) sebagai pemegang Izin Usaha Pertambangan nikel. Antam pun memiliki wilayah tambang nikel di Halmahera Timur, serta memiliki afiliasi perusahaan lainnya di mana perseroan memiliki sejumlah kepemilikan saham di tambang nikel di Maluku Utara.

Mengutip Laporan Keuangan PT Aneka Tambang Tbk 2019, Antam memiliki wilayah izin usaha pertambangan di empat prospek di Halmahera Timur, Maluku Utara, antara lain di Pulau Pakai, Tanjung Buli, Mornopo, dan Sangaji.

Tak hanya itu, Antam juga memiliki saham di area tambang yang dikelola afiliasinya di Halmahera Timur, Maluku Utara, yakni PT Weda Bay Nickel.
Antam memiliki saham 10% di wilayah tambang ini. PT Weda Bay Nickel (WBN) dibentuk pada 1998 berdasarkan hukum Republik Indonesia untuk melaksanakan Kontrak Karya (KK) generasi ke-7 dengan Pemerintah Indonesia.

Antam mendapatkan free carried di usaha ventura bersama dengan Eramet S.A. (ESA) untuk mendirikan tambang nikel dan kobalt serta pabrik pengolahan nikel berteknologi hidrometalurgi di Teluk Weda di wilayah yang terletak di antara Kabupaten Halmahera Tengah dan Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara.

Proyek nikel ini akan dikelola oleh PT Weda Bay Nickel (PT WBN) yang struktur kepemilikan sahamnya terdiri dari 10% ANTAM dan 90% Strand Minerals Pte. Ltd. (SM). Antam memiliki opsi untuk meningkatkan porsi saham PT WBN miliknya menjadi 25%. Komposisi kepemilikan saham SM saat ini ialah 57% Tsingshan group dan 43% dimiliki oleh ESA.

Jumlah Cadangan Nikel Antam
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading