Bangun PLTU Tanjung Jati A, BNBR Ngutang Hingga Rp 30 T

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
18 December 2020 14:17
PLTU Tanjung Jati B yang merupakan salah satu pembangkit yang paling diandalkan oleh PLN untuk memenuhi kebutuhan listrik sistem interkoneksi Jawa-Bali.

PLTU Tanjung Jati B memegang peran sentral dalam sistem interkoneksi Jawa-Bali


Hingga triwulan III 2019, PLTU dengan kapasitas 4 x 710 MW ini memiliki kesiapan produksi listrik (Equivalent Availability Factor – EAF) hingga 93,6% selama setahun.

Sejak pertama kali beroperasi pada tahun 2006 PLTU Tanjung Jati B menjadi tulang punggung kelistrikan Jawa-Bali. 

PLTU Tanjung Jati B berkontribusi 12% atau  setara dengan kebutuhan listrik sekitar 5 juta pelanggan rumah tangga

Keberadaan pembangkit ini diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi  kontinyuitas suplai listrik, namun juga turut membantu pemerintah dalam penghematan APBN.


Secara produksi listrik PLTU Tanjung Jati B mampu berkontribusi sebesar 12% atau setara denagan kebutuhan listrik sekitar 5 juta pelanggan rumah tangga.  (CNBC Indonesia/Peti)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) akan segera melakukan pemenuhan pembiayaan (financial close) untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Tanjung Jati A jelang akhir tahun ini. Pendanaan tersebut bernilai kisaran US$ 1,9 miliar-US$ 2,2 miliar Rp 26,6 triliun-Rp 30,8 triliun, asumsi kurs Rp 14.000/US$) yang bersumber dari eksternal perusahaan.

Chief Executive Officer Bakrie & Brothers Anindya Novyan Bakrie mengatakan perusahaan telah mendapatkan surat jaminan kelayakan usaha (SJKU) pada Februari lalu. Saat ini proses pembiayaan yang sempat tertunda karena adanya pandemi Covid-19.

"Pendanaan US$ 1,9 miliar-US$ 2,2 miliar, minus time table tertunda sedikit, semua on track baik dari fundraising maupun perkembangan di lapangan. Dan kita bekerja sama sangat dekat dengan PLN, pemerintah, BKPM, Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Kementerian Keuangan untuk pastikan semuanya updated," kata Anindya paparan publik virtual, Kamis (17/12/2020).


Adapun PLTU Tanjung Jati A ini memiliki kapasitas 2x660 megawatt. Merupakan hasil konsorsium antara perusahaan dengan YTL Jawa Energy BV, anak usaha perusahaan energi asal Malaysia YTL Corp Bhd.

Saat ini, pembangunan PLTU ini masih berlangsung dengan tahap penyelesaian konstruksi tower insert 500 kV untuk koneksi dengan grid PLN.

Dari sisi ketersediaan lahannya, saat ini perusahaan telah membebaskan lahan seluas 239 hektar di Cirebon untuk proyek tersebut.

"Project ini sudah didapat pada 97 dan kerja sama dengan YTL yang punya pengalaman dari power plant dan sumber pendanaan dan akses pendanaan yang terbaik," terang dia.

Adapun pembangunan PLTU ini diperkirakan akan memakan dana total US$ 2,8 miliar Rp 39,2 triliun), sedangkan sisanya dipenuhi dari pendanaan eksternal dengan menerbitkan . BNBR memiliki saham sebesar 20% di perusahaan patungan ini, sementara YTL Jawa Energy BV merupakan pemegang saham mayoritas dengan kepemilikan 80%.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading