Ujian di 6.000 Terlalu Berat, IHSG Melorot Lagi! Asing Masuk

Market - Putra, CNBC Indonesia
15 December 2020 11:51
Layar pergerakan perdagangan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Selasa (24/11/2020). (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup merah 0,52% ke level 5.981,02 pada perdagangan sesi pertama Selasa (15/12/20).

Sentimen negatif bagi IHSG muncul dari kabar Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan yang menginstruksikan Gubernur DKI Jakarta untuk kembali memperketat pembatasan sosial berskala besar (PSBB) mulai 18 Desember 2020 hingga 8 Januari 2021.

Instruksi ini untuk meredam kenaikan jumlah korban yang terinfeksi virus Covid-19.


Data perdagangan mencatat, investor asing melakukan aksi beli bersih sebanyak Rp 312 miliar di pasar reguler hari ini dengan nilai transaksi hari ini menyentuh Rp 10,5 triliun.

Tercatat asing melakukan jual bersih di saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (INDF) sebesar Rp 55 miliar dan PT Ciputra Development Tbk (CTRA) senilai Rp 49 miliar.

Asing juga melakukan beli bersih (net buy) di saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 198miliar dan PT Astra Internasional Tbk (ASII) Rp 123miliar.

Selanjutnya sentimen negatif juga datang setelah pemerintah memutuskan untuk melarang kerumunan dan perayaan tahun baru di tempat umum.

Keputusan ini diambil dalam Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 di DKI Jakarta, Jabar, Jateng, Jatim dan Bali secara virtual di Kantor Maritim pada Hari Senin (14-12-2020) yang dipimpin oleh Menko Marves Luhut B. Pandjaitan. Dia meminta agar implementasi pengetatan ini dapat dimulai pada tanggal 18 Desember 2020 hingga 8 Januari 2021.

Dengan kebijakan larangan party saat tahun baru tersebut, tingkat konsumsi masyarakat, yang merupakan komponen utama pembentukan produk domestik bruto (PDB), berisiko tertekan di penghujung tahun ini. Alhasil, perekonomian Indonesia akan sulit bangkit dari resesi.

Selanjutnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan impor Indonesia pada November 2020 masih mengalami pertumbuhan negatif atau kontraksi. Ini membuat neraca perdagangan kembali mencatat surplus.

Pada November 2020, nilai impor tercatat US$ 12,66 miliar. Turun 17,46% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/YoY).

Dengan nilai ekspor yang sebesar US$ 15,28 miliar naik 9,54% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/YoY)., maka neraca perdagangan Indonesia pada November 2020 membukukan surplus US$ 2,62 miliar.Kali terakhir neraca perdagangan mengalami defisit adalah pada April 2020.

Sebagai informasi, konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia memperkirakan impor November 2020 terkontraksi24,14% YoY, ekspor tumbuh 3,29% YoY. Sementara neraca perdagangan diperkirakan surplus US$ 2,72 miliar.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(trp/trp)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading