Jadi 'Anak Emas' Sri Mulyani, Siapa Jawara Saham Properti?

Market - Putra, CNBC Indonesia
15 December 2020 10:31
Menteri Keuangan Sri Mulyani di acara Rapat Koordinasi Nasional Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Bidang Properti 2019. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sektor properti berpotensi kembali menggeliat dan melanjutkan reli harga sahamnya setelah muncul kabar sektor ini akan menjadi sektor yang diperhatikan dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) serta diuntungkan dengan adanya UU Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker).

Meskipun bergerak cenderung terkoreksi pada perdagangan hari ini, Selasa (15/12), yang ditunjukkan dengan indeks properti yang anjlok 1,48% seiring dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih terkoreksi 0,09%, tapi selama sepekan terakhir perdagangan saham-saham properti sukses melesat.

Simak tabel berikut:


Data BEI mencatat, koreksi terparah pada perdagangan hari ini dibukukan oleh PT Ciputra Development Tbk (CTRA) yang anjlok 3,83% sedangkan apresiasi tertinggi dibukukan oleh PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) yang sukses menanjak 1,74%.

Sebelumnya CEO Lippo Karawaci John Riady mengatakan perusahaan menilai kebijakan pemerintah untuk memberikan hak kepemilikan properti untuk warga negara asing dalam Omnibus Law dinilai sebagai pendorong positif bagi industri properti dalam negeri.

"Omnibus law yang mengizinkan kepemilikan asing di dalam negeri. Ini reformasi yang sangat menguntungkan Lippo Karawaci," ujar John dalam paparan publik secara virtual, Senin (14/12/2020).

Sedangkan dalam sepekan terakhir, kenaikan termasif dibukukan oleh PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) yang sukses terbang 10,29% sedangkan terpantau hanya dua emiten properti raksasa yang terkoreksi sepakan terakhir yakni CTRA dan PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) yang masing-masing anjlok 4,85% dan 2,50%.

Sebelumnya diberitakan, Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan RI Andin Hadiyanto mengatakan, sektor properti atau perumahan sangat berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi karena Pemerintah meyakini sektor tersebut sangat strategis.

Oleh karenanya, sektor ini juga menjadi perhatian dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN),

"Karena sektor properti sangat strategis, melekat di berbagai dimensi, tidak hanya dimensi ekonomi, tapi juga dimensi sosial, keuangan dan juga fiskal. Tujuan utamanya adalah untuk mengurangi backlog [kekurangan] perumahan nasional, jadi akan banyak tambahan rumah yang bisa diakses masyarakat, khususnya untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR)," kata Andin dalam HUT KPR BTN ke-44 yang dikutip Senin (14/12/2020).

Menurutnya, dibutuhkan intervensi langsung dari Pemerintah untuk MBR. Intervensi yang dilakukan Pemerintah mencakup sejumlah aspek di antaranya mendorong supply sideatau ketersediaan dengan mengusahakan ketersediaan rumah, meningkatkan akses pembiayaan, harga rumah yang terjangkau dan program berkelanjutan.

Untuk itu, Kementerian Keuangan via Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan sejumlah insentif fiskal dan alokasi anggaran belanja seperti Subsidi Selisih Bunga (SSB), Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM), Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT), Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), Dana Alokasi Khusus Fisik (DAKF) serta dana bergulir Fasilitas Pembiayaan.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(trp/trp)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading