Keren Nih! Batu Bara Sentuh US$ 75/Ton, Cuan ITMG Sampai 80%

Market - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
07 December 2020 07:11
Aktivitas bongkar muat batubara di Terminal  Tanjung Priok TO 1, Jakarta Utara, Senin (19/10/2020). Dalam satu kali bongkar muat ada 7300 ton  yang di angkut dari kapal tongkang yang berasal dari Sungai Puting, Banjarmasin, Kalimantan. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)  

Aktivitas dalam negeri di Pelabuhan Tanjung Priok terus berjalan meskipun pemerintan telah mengeluarkan aturan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) transisi secara ketat di DKI Jakarta untuk mempercepat penanganan wabah virus Covid-19. 

Pantauan CNBC Indonesia ada sekitar 55 truk yang hilir mudik mengangkut batubara ini dari kapal tongkang. 

Batubara yang diangkut truk akan dikirim ke berbagai daerah terutama ke Gunung Putri, Bogor. 

Ada 20 pekerja yang melakukan bongkar muat dan pengerjaannya selama 35 jam untuk memindahkan batubara ke truk. (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga kontrak futures batu bara termal Newcastle telah pulih dari kontraksi yang terjadi pada awal April lalu. Reli tak terbendung sejak pertengahan Oktober telah membawa harga si batu legam mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun ini.

Minggu lalu harga kontrak futures yang aktif diperdagangkan ini ditutup melesat 2% ke US$ 75,8/ton. Dalam sepekan harga batu bara naik 8,99%. Sejak 13 Oktober sampai akhir minggu lalu harga melesat 41,29%. Secara year to date (ytd) harga batu bara naik 9,78%.


Sentimen positif vaksin yang membuat risk appetite investor kembali dan perbaikan fundamental di pasar energi pembangkit listrik serta sektor manufaktur telah membuat permintaan terhadap batu bara meningkat.

Australia sebagai salah satu negara eksportir energi fosil ini mencatatkan kenaikan ekspor di bulan Oktober. Pengiriman ke China, India dan Korea Selatan mengalami peningkatan sehingga total ekspor bulan Oktober mencapai 17,24 juta ton atau naik 12,03% dari bulan sebelumnya. Namun masih terkontraksi 8% dibanding tahun lalu.

Ekspor batu bara termal Australia ke China tercatat sebanyak 1,73 juta ton pada Oktober lalu. Volume ekspor ke China meningkat lebih dari 30% dibanding bulan September.

Sementara itu ekspor ke Jepang juga meningkat 9,43% di bulan yang sama menjadi 6,13 juta ton. Kenaikan permintaan paling tinggi terjadi di Korea Selatan dan Vietnam dengan kenaikan volume ekspor secara bulanan masing-masing mencapai 46% dan 63%.

Sepanjang Januari-Oktober total ekspor batu bara termal Australia mencapai 174,98 juta ton. Volume ini menurun 2,92% dibanding periode yang sama tahun lalu. Untuk periode 10 bulan pertama tahun ini India dan Vietnam mencatatkan kenaikan yang signifikan.

Namun Jepang tetap mendominasi dari segi volume. Pada periode tersebut NegeriSakura mengimpor hampir 60 juta ton batu bara termal dari Australia.

Biro statistik nasional Australia melaporkan pendapatan ekspor batu bara termal di bulan Oktober mencapai AU$1.24 miliar naik dari AU$1.08 miliar di bulan September tetapi masih lebih rendah dari AU$ 1.75 di bulan Oktober 2019.

Australia-China Sengit Tapi
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading