6 Saham 'Meledak' Saat IHSG Tembus ke Level 5.800

Market - Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
03 December 2020 07:00
Layar pergerakan perdagangan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Selasa (24/11/2020). (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menoreh rekornya pada Rabu (2/12/2020), di mana IHSG berhasil ditutup meroket 1,56% di level 5.813,99 dan berhasil menyentuh level psikologisnya di 5.800.

Meroketnya IHSG memicu beberapa saham ikut terapresiasi hingga belasan bahkan puluhan persen. Berikut enam saham yang berhasil melesat tinggi dengan volume perdagangan yang mumpuni.


Terpantau kenaikan paling tinggi dibukukan oleh PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) yang berhasil melesat lebih dari 20% atau lebih tepatnya 21,43% ke level harga Rp 340/unit.

Hal ini karena investor kembali merespons positif transformasi yang dilakukan oleh Kookmin Bank selaku pengendali baru Bukopin setelah terjadinya takeover dari Bosowa Group.

Sementara di posisi kedua berhasil diduduki oleh anak usaha dari PT Garuda Indonesia Tbk, yakni PT Garuda Maintenance Fasility Aero Asia Tbk (GMFI) yang berhasil melesat 18,75% ke level Rp 152/unit.

Sedangkan di posisi keenam diduduki oleh emiten pertambangan, yakni PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang berhasil melesat 7,79% ke Rp 1.245/unit.

Sentimen penggerak utama pasar modal dalam negeri kemarin datang dari faktor stimulus jumbo AS yang akan kembali dibicarakan dan juga dari kabar dua vaksin corona yakni Pfizer dan Moderna yang penilaian mengenai kesiapan edar vaksin yang dinilai oleh Agensi Obat-obatan Uni Eropa (Europe Medicine Agency) yang bisa saja muncul akhir tahun ini.

Pasar saham global, termasuk Indonesia paling suka terhadap berita mengenai vaksin dimana ketika perkembangan vaksin positif maka para pelaku pasar menganggap hidup normal setelah vaksinasi massal akan semakin dekat maka roda perekonomian akan kembali berputar dan akan menguntungkan pasar modal sehingga optimisme membeli saham semakin kuat.

Stimulus jumbo yang akan diperbincangkan oleh Menteri Keuangan AS, Steve Mnuchin dengan juru bicara (jubir) House of Representative AS, Nancy Pelosi juga membawa kabar positif tersendiri bagi bursa saham negara-negara emerging market terutama Indonesia yang masih menjadi primadona untuk kategori ini.

Apabila nantinya stimulus jumbo ini cair maka peredaran dolar AS akan naik sehingga nilainya turun sehingga aset-aset dalam negeri akan menjadi kurang menarik sehingga investor global cenderung mengalihkan dananya ke negara-negara emerging market seperti Indonesia yang akan siap kebanjiran dana asing.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Asing Kabur Rp 521 M, 5 Saham Ini Kebal! Melesat 2 Digit


(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading