Newsletter

IHSG Gass! Vaksin Pfizer & Moderna Siap di Acc Akhir Desember

Market - Tri Putra, CNBC Indonesia
02 December 2020 06:15
Masih Dihantui Virus Corona, IHSG Merah. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta,CNBC Indonesia Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali merangsek ke zona hijau setelah pada sesi pertama tiba-tiba anjlok ke zona merah akibat Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang diberitakan terjangkit virus corona.

IHSG terpantau ditutup di zona apresiasi terbang tinggi sebesar 2,00% ke level 5.724,74 pada perdagangan pertama bulan Desember, Selasa (1/12/2020). Meskipun demikian dana asing yang keluar semakin deras senilai Rp 773 miliar dengan nilai transaksi sebesar Rp 16,45 triliun.


IHSG berhasil menghijau kuat setelah rilis data PMI Manufaktur. Di mana IHS Markit melaporkan aktivitas manufaktur yang dicerminkan oleh Purchasing Managers' Index (PMI) berada di 50,6 pada November 2020, naik hampir tiga poin dibandingkan posisi bulan sebelumnya yang sebesar 47,8 bahkan jauh di atas konsensus yang meramalkan PMI Indonesia hanya di kisaran 47,2.

PMI menggunakan angka 50 sebagai titik awal. Kalau di atas 50, artinya dunia usaha memasuki fase ekspansi, jika di bawah 50 maka masih terkontraksi.

Selain itu data inflasi bulan November yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) juga membawa kabar baik di mana pada bulan November terjadi inflasi sebesar 0,28%. Ini terjadi etelah pada kuartal kemarin alias tiga bulan berturut-turut selama Juli hingga September Indonesia membukukan deflasi yang menunjukkan masalah daya beli masyarakat yang kendor.

Pada bulan November sendiri konsensus masih meramalkan akan terjadi inflasi sebesar 0,21%. Artinya rilis BPS lebih baik dari pada konsensus dan menjadikan ini sentimen positif bagi para pelaku pasar.

Sebab angka ini mengindikasikan daya beli masyarakat sudah mulai kembali pulih. Ini menjadi inflasi tertinggi sejak Februari silam sebelum Covid-19 merebak di Tanah Air di angka 0,28%.

Meskipun demikian ada sentimen negatif di mana Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengumumkan dirinya positif Covid-19 setelah proses tes PCR. Anies salah satu kepala daerah yang mengumumkan langsung positif Covid-19.

Ia kembali mengimbau kepada warga Jakarta bahwa virus Covid-19 bisa menghampiri siapa saja tanpa kenal status dan Covid-19 memang masih ada.

"Kepada seluruh warga doakan kami agar pulih, agar kembali bekerja penuh di Balai kota. Saya ingatkan Covid masih ada. Bisa menghampiri siapa saja. Mari disiplin menggunakan masker, cuci tangan rutin, jaga jarak, ikhtiar harus dilakukan untuk sama-sama menjaga dari risiko penularan. Semoga Allah merahmati kota Jakarta dan melindungi kita semua," kata Anies dalam channel YouTube.

Meskipun demikian nasib IHSG dan rupiah bak bumi dan langit. Nilai tukar rupiah melemah tipis melawan dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, yang positif terjangkit virus corona membuat pelaku pasar cemas. Ada kemungkinan diterapkanya kembali Pembatasan Sosial Bersakala Besar (PSBB) yang ketat di ibu kota membuat rupiah tertekan.

Melansir data Refinitiv, rupiah membuka perdagangan dengan menguat di level Rp 14.080/US$ tetapi tidak lama langsung masuk ke zona merah. Rupiah bahkan sempat melemah hingga 0,39% di Rp 14.145/US$, sebelum berada di Rp 14.100/US$ melemah tipis 0,07%, yang bertahan hingga penutupan perdagangan.

Sementara itu, harga obligasi pemerintah atau Surat Berharga Negara (SBN) mayoritas ditutup menguat, setelah pasar merespons positif rilis data Purchasing Manager' Index (PMI) Manufaktur Indonesia versi Markit pada November 2020.

Lihat saja yield SBN dengan tenor 10 tahun yang merupakan acuan yield obligasi negara turun 0,3 basis poin ke level 6,185% hari ini. Yield berlawanan arah dari harga, sehingga penurunan yield menunjukkan harga obligasi yang naik. Demikian juga sebaliknya.

Vaksin & Stimulus Terbangkan Wall Street
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3 4
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading