Ada Angin Segar dari India, Harga CPO Naik Lagi

Market - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
27 November 2020 11:54
Pekerja mengangkut hasil panen kelapa Sawit di kebun Cimulang, Bogor, Jawa Barat, Jumat (15/3). Badan Pusat Statistik BPS  mengumumkan neraca Perdagangan (Ekspor-impor) Pada bulan Februari, nilai ekspor mencapai US$ 12,53 miliar, atau turun 11,33% dari tahun sebelumnya (YoY). Nilai ekspor minyak sawit sepanjang Januari-Februari 2019 hanya mencapai US$ 2,94 miliar, yang artinya turun 15,06% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2018.  (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga minyak sawit mentah (CPO) Negeri Jiran mengalami penguatan pada perdagangan hari ini Jumat (27/11/2020). Kabar baik dari India membuat harga CPO naik, tetapi kenaikannya terbatas karena ekspor bulan November yang rendah.

Pada 10.45 WIB, harga CPO untuk kontrak pengiriman Februari 2021 di Bursa Malaysia Derivatif Exchange naik 0,43% dibanding posisi penutupan perdagangan kemarin ke RM 3.241/ton.


Harga CPO menguat setelah Kementerian Keuangan India mengumumkan pemangkasan bea masuk impor minyak sawit sebesar 10 poin persentase menjadi 27,5%. Pemerintah India dikabarkan mencemaskan harga minyak nabati lokal yang terlalu tinggi.

Opsi pemangkasan bea masuk ini diharapkan dapat membantu pasar untuk kembali cooling down. Berdasarkan laporan S&P Global margin impor saat ini sudah menyentuh angka negatif US$ 25 - US$ 30 per ton.

Sumber di pasar memperkirakan bahwa impor minyak sawit ke India pada bulan Desember dapat meningkat menjadi sekitar 700.000-730.000 mt, naik dari perkiraan sebelumnya sebesar 550.000-600.000 mt.

Pelaku pasar menyambut baik langkah tersebut. Pengurangan bea masuk ini akan menguntungkan untuk impor minyak sawit ke India.

"Ini bullish untuk pasar, terutama mengingat harga tinggi baru-baru ini di India," kata salah satu broker yang berbasis di Singapura, melansir S&P Global.

"Harga sawit telah mengejar ketertinggalan dengan minyak kedelai. Meskipun permintaan minyak sawit melemah akibat penutupan terkait Covid-19 di sektor hotel, restoran dan katering, harga sawit telah melonjak karena terbatasnya pasokan di Malaysia."

Namun ekspor bulan November yang drop membuat harga CPO tertekan sepanjang pekan ini. 

Data surveyor kargo Societe Generale de Surveillance mengatakan ekspor produk minyak sawit Malaysia untuk periode 1-25 November turun 21,2% menjadi 1.127.495 ton dari 1.430.899 ton yang dikirim selama 1-25 Oktober.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ada Kabar Kurang Sedap dari Malaysia, Harga CPO Drop 1% Lebih


(twg/twg)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading