Jawara Top Gainers, Saham BUMI Meroket 21%

Market - Yuni Astuti, CNBC Indonesia
25 November 2020 13:11
Kaltim Prima Coal (KPC) (dok. kpc.co.id)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga saham emiten baru bara PT Bumi Resources Tbk (BUMI) ditutup menguat 21,05% atau berada di posisi Rp 69/saham pada penutupan perdagangan sesi I, Rabu ini (25/11/2020).

Sepanjang perdagangan sesi I, saham BUMI diperdagangkan di kisaran Rp 58-75 per saham. Sebanyak 2,88 miliar saham diperdagangkan dengan nilai Rp 193,2 miliar.

Data perdagangan mencatat, investor domestik mendominasi pembelian saham BUMI, sebab tercatat ada 49,52% yang melakukan aksi beli ini. Tercatat investor domestik melakukan aksi beli sebanyak 2,4 miliar lembar saham atau senilai Rp 191,4 miliar.


Selanjutnya aksi jual investor domestik tercatat 41,03% atau sebanyak 2,4 miliar lembar saham senilai Rp 159,6 miliar.

Berikutnya, aksi jual investor asing tercatat sebanyak 8,97% atau sebanyak 516 juta saham senilai Rp Rp 33,6 miliar. Adapun untuk aksi beli investor asing tercatat hanya 0,48% atau 27,7 juta saham senilai Rp 1,4 miliar.

Saham induk usaha Kaltim Prima Coal dan Arutmin ini pun memimpin top gainers di Bursa Efek Indonesia (BEI), bersama dengan PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) yang sahamnya juga melesat 24,47% di level Rp 1.170/saham.

Director & Corporate Secretary Bumi Resources Dileep Srivastava mengatakan harga saham perusahaan telah naik 14% dari pembukaan awal pekan Rp 50/saham.

"Sulit untuk berkomentar tentang pemicu nyata untuk Bumi, tetapi tidak dapat disangkal bahwa BUMI adalah saham yang nilainya sangat rendah meskipun prospek jangka menengahnya cerah," kata Dileep saat dihubungi CNBC Indonesia.

Menurutnya prospek harga batubara yang lebih tinggi di tengah berita penemuan vaksin, juga dapat mendongkrak ekonomi global sehingga permintaan batubara akan membaik. Untuk itu Dileep mengatakan kondisi ini menguntungkan sektor khususnya Bumi Resources.

Selain itu, pemerintah Indonesia pun semakin gencar menggerakan hilirisasik batu bara melalui gasifikasi batu bara. Saat ini ada tiga perusahaan yang dinilai paling siap dalam menjalankan proyek gasifikasi dengan menyelesaikan studi kelayakan ataupun pra kajian.

Salah satunya adalah PT Arutmin Indonesia, anak usaha dari perusahaan batu bara terbesar BUMI yang akan mengolah dari batu bara menjadi methanol.

Di sisi lain, harga batu bara juga terus meroket. Harga kontrak batu bara termal Newcastle ditutup melesat di perdagangan kemarin. Harga batu bara masih tren naik sejak pertengahan Oktober lalu.

Selasa (24/11/2020), harga kontrak batu bara yang aktif ditransaksikan ditutup menguat 2,68%. Kini harga batu bara termal Newcastle berjangka itu sudah tembus ke level US$ 68,9/ton. Ini merupakan level tertinggi sejak 30 Maret.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading