China Sonangol Kena PKPU, Surya Paloh Pemilik Saham?

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
20 November 2020 20:05
Surya Paloh Ketua Umum Partai Nasdem tiba di Jakarta Theater. (CNBC Indonesia/Lidya Kembaren) Foto: Surya Paloh Ketua Umum Partai Nasdem tiba di Jakarta Theater. (CNBC Indonesia/Lidya Kembaren)

Jakarta, CNBC Indonesia - Media Group angkat bicara mengenai adanya permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) kepada PT China Sonangol Media Investment (CMSI), perusahaan patungan Media Group milik Surya Paloh dengan PT China Sonangol Land.

CEO Media Group Mirdal Akib mengatakan Media Group merupakan pemegang saham yang tidak aktif pada CMSI. CMSI sendiri merupakan entitas terpisah yang memiliki proses bisnisnya sendiri tanpa ada intervensi dari perusahaan Media Group.

"Intinya gini, kami bukan pemegang saham aktif. Pemegang saham aktifnya adalah China Sonangol," kata Mirdal di kawasan Jakarta Pusat, Jumat (20/11/2020).


Dia menjelaskan bahwa meski menjadi pemegang saham, Media Group tidak memiliki akses langsung kepada CMSI, pun terhadap operasional perusahaan.

"... CMSI itu adalah entitas bisnis independen jadi mereka lakukan bisnis dan aktivitas perusahaan sesuai AD/ART dan business plan dan rencana mereka tanpa intervensi kami...," lanjutnya.

Terkait dengan proses PKPU yang diajukan oleh mitra bisnisnya, Mirdal menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan proses bisnis yang terjadi, terutama di masa pandemi ini. Sehingga menurut dia, proses tersebut tetap akan berlanjut.

Seperti diberitakan sebelumnya PKPU ini diajukan oleh emiten konstruksi Grup Astra yakni PT Acset Indonusa Tbk (ACST) dan dua pihak lainnya China Construction Eighth Engineering Division Corp Ltd dan PT Bintai Kindenko Engineering Indonesia.

Pendaftaran pengajuan PKPU dilakukan pada 12 November 2020 dengan nomor perkara 385/Pdt.Sus-PKPU/2020/PN Niaga Jkt.Pst. Termohon adalah China Sonangol Media Investment.

Adapun kuasa hukum Pemohon yakni Alamo Dewanta Laiman SH LLM.

Pengajuan PKPU ini berkaitan dengan penyelesaian proyek Gedung Indonesia 1 Tower dengan CMSI sebagai pemberi proyek. Proyek ini memiliki nilai kontrak Rp 1,06 triliun yang 100% porsinya dimiliki oleh Acset. Gedung ini termasuk kedua tertinggi di Indonesia dengan 303 meter mencakup 64 lantai.

Kontrak proyek ini diterima pada April 2017 dengan periode kerja 47 bulan atau 4 tahun. Lokasi proyek ini berada di Jalan M.H Thamrin, Jakarta Pusat.

Adapun CMSI merupakan perusahaan patungan antara PT China Sonangol Land dan Media Group.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading