BTN: Permintaan Rumah MBR Masih Tinggi di Tengah Pandemi

Market - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
20 November 2020 17:25
Direktur Finance, Planning, & Treasury Bank BTN, Nixon L.P. Napitupulu Foto: Direktur Finance, Planning, & Treasury Bank BTN, Nixon L.P. Napitupulu

Jakarta, CNBC Indonesia- Pandemi Covid-19 tidak menyurutkan masyarakat untuk pembelian rumah, terutama rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Tingginya minat pembelian rumah juga membuat kinerja PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) tetap terjaga selama pandemi.

Direktur Finance, Planning, & Treasury Bank BTN, Nixon L.P. Napitupulu mengatakan pembelian rumah masih tumbuh di tengah pandemi untuk rumah KPR subsidi, dengan harga sekitar Rp 160 juta yang masih tumbuh 5-6%. Permintaan juga masih tumbuh untuk rumah non subsidi dengan harga sekitar Rp 300 juta.

Sementara yang permintaannya terhenti adalah KPR rumah dengan harga di atas Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar. Nixon menilai segmen inilah yang banyak melakukan penundaan pembelian karena memiliki prioritas lain yang lebih mendesak dibandingkan investasi dengan pembelian rumah.


"Rumah adalah kebutuhan pokok, sudah pasti orang akan tetap beli rumah. Yang mendorong pembelian rumah adalah pernikahan dan pasangan baru. Kegiatan bekerja, sekolah, membuat masyarakat semakin menyadari akan kebutuhan rumah," kata Nixon dalam CNBC Indonesia Award : The Most Inspiring Banks, Jumat (20/11/2020).


Dia mengakui di awal pandemi dan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sempat ada penurunan permintaan pembelian rumah, terutama untuk investasi. Namun, masih ada 7 juta keluarga yang belum memiliki rumah sehingga dia optimistis permintaan masih akan meningkat. Apalagi, pemerintah telah membuat berbagai program untuk segmen ini sehingga tetap ada pembelian rumah dari KPR subsidi.

"Walaupun pandemi orang tetap akan membeli rumah terutama untuk ditempati bagi pasangan baru, jadi yang mau beli rumah tetap ada. Tapi yang buat investasi itu yang menurun. Kami memang dorongnya kesana, akad-akad majority adalah MBR," katanya.

Nixon menyebutkan tahun ini akad kredit rumah MBR sudah tumbuh 6%, dan akan didorong tumbuh 7% tahun ini untuk KPR subsidi. Meski menggenjot KPR, pihaknya tidak melakukan pelonggaran untuk KPR karena untuk subsidi ada ketentuan pemerintah yang mengatur seperti spesifikasi rumah.

Yang dilakukan adalah percepatan melakukan akadnya, dan dari sisi proses KPR. BTN pun mendorong developer agar bisa menyerap kredit yang ada, dan lebih banyak banyak jemput bola serta mempercepat proses.

"Kebetulan Kemenkeu dan PUR menambahkan jumlah KPR subsidi dan kami akan selesaikan kuota ini. Kami akan bikin sentra pemrosesan sehingga terjadi percepatan, kita mengubah bisnis prosesnya," ujar Nixon.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading