Ini 'Senjata' Bank Mega yang Tak Dimiliki Bank Lain

Market - Yuni Astutik, CNBC Indonesia
20 November 2020 15:28
Direktur Utama PT Bank Mega Tbk (MEGA) Kostaman Thayib Foto: Direktur Utama PT Bank Mega Tbk (MEGA) Kostaman Thayib

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Mega Tbk (MEGA) menjadi salah satu dari sedikit bank yang mencatat kinerja cemerlang pada 2020. Hal ini ternyata disebabkan karena Bank Mega yang memiliki ekosistem CT Corpora, group usaha milik Chairul Tanjung (CT).

"Kita semua sudah mengetahui, Bank Mega adalah bagian dari CT Corpora, keunggulan adalah ekosistem itu sendiri," ujar Direktur Utama Bank Mega, Kostaman Thayib pada CNBC Indonesia Award: The Most Inspiring Banks di Jakarta, Jumat (20/11/2020).

Ekosistem tersebut memiliki ratusan juta pelanggan dari berbagai unit usaha ritel yang bisa dimanfaatkan oleh Bank Mega. Sinergi inilah yang menjadi kuncian Bank Mega, yang tidak dimiliki oleh bank lainnya.


"Sinergi ini, menjadi competitive advantages yang tidak dimiliki bank lain. Sinergi ini memberikan keuntungan yang melakukan transaksi di unit usaha di ekosistem tersebut," ujarnya lagi.

Melalui sejumlah strategi dan memanfaatkan ekosistem yang ada, Bank Mega mencetak pertumbuhan laba sebelum pajak (profit before tax/PBT) sebesar 27,7% menjadi Rp 2,2 triliun pada kuartal III-2020. Perusahaan tetap bisa mengantongi laba yang didorong dari peningkatan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) meski di tengah pandemi Covid-19, dan menjadi tanda kuatnya profitabilitas perusahaan.

Hingga September, pendapatan bunga bersih perseroan tumbuh 8,3% secara tahunan menjadi Rp 2,97 triliun. NII merupakan indikator kemampuan sebuah bank memutar dana nasabah yang dikelolanya menjadi kucuran kredit yang aman dan juga menguntungkan.

Kuatnya pendapatan bunga tidak terlepas dari kenaikan kredit yang disalurkan, meski di kala pandemi, serta kemampuan perseroan menjaga agar pos beban tidak membengkak sehingga berujung pada keunggulan efisiensi.

Selanjutnya, penyaluran kredit Bank Mega seperti tahan-pandemi dengan tumbuh 4,7% menjadi Rp 50,5 triliun. Menurut data Tim Riset CNBC Indonesia, capaian itu melampaui kinerja kredit bank sejenis, yang justru minus 3,37%.

Jika melihat rasio profitabilitas lainnya, Bank Mega juga unggul dibandingkan dengan kompetitornya. Rasio pengembalian aset (return on asset/ROA) masih tumbuh positif sebesar 2,9%, dibandingkan posisi tahun lalu sebesar 2,7% dan juga lebih baik dari capaian industri.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading