Saham Tesla Meroket, Elon Musk Jadi Orang Terkaya ke-3 Dunia

Market - Lynda Hasibuan, CNBC Indonesia
18 November 2020 08:34
FILE PHOTO: Tesla Chief Executive Office Elon Musk speaks at his company's factory in Fremont, California, U.S., June 22, 2012.   REUTERS/Noah Berger/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - CEO Tesla Inc, Elon Musk merangsek masuk menjadi orang terkaya ketiga di dunia, menggeser bos Facebook, Mark Zuckerberg.

Kekayaan bersih Musk melonjak lebih dari US$ 15 miliar atau sekitar Rp 210 triliun (kurs Rp 14.000//US$) saat perdagangan saham yang diperpanjang setelah perusahaan mobil listriknya, Tesla masuk daftar indeks S&P 500 pada Senin pekan ini (16/11).

Tesla, yang sahamnya ditutup di level US$ 408,09, melonjak sekitar 14% pada perdagangan Selasa 17 November, meningkatkan kekayaan bersih Musk menjadi total US$ 117,5 miliar atau setara Rp 1.645 triliun, menurut Bloomberg Billionaires Index.


Data Bloomberg Billionaires Index mencatat, per Rabu ini (18/11), urutan pertama orang terkaya di tempati Jeff Bezos pemilik Amazon US$ 185 miliar, lalu Bill Gates pendiri Microsoft US$ 129 miliar, Elon Musk US$ 110 miliar yang menggeser Zuckerberg US$ 104 miliar.

Tesla akan masuk dalam indeks S&P 500 pada 21 Desember mendatang setelah berulang kali gagal masuk ke indeks utama di bursa Amerika Serikat itu pada awal September.

Berdasarkan nilai pasarnya, pabrikan mobil listrik berbasis di California itu akan menjadi anggota baru yang terbesar di indeks acuan itu dan salah satu dari 10 perusahaan dalam daftar indeks saham AS teratas saat resmi masuk di Desember.

Saham Tesla melonjak hampir 14% dalam perdagangan setelah jam kerja. Pada penutupan perdagangan Selasa waktu AS (17/11), atau Rabu pagi waktu Indonesia, saham berkode TSLA di Bursa Nasdaq AS tersebut ditutup naik 8,21% di posisi US$ 441,61/saham.

Secara year to date, data CNBC International menunjukkan saham Tesla juga melonjak 427,82% tahun ini karena perusahaan akhirnya menghasilkan pundi-pundi uang secara konsisten setelah bertahun-tahun mengalami kerugian dan terus mencapai tonggak sejarah pengiriman kendaraan listriknya.

Melansir Money Control, Tesla menghasilkan keuntungan US$ 331 juta atau Rp 4,6 triliun pada kuartal ketiga dengan pendapatan US$ 8,77 miliar atau Rp 123 triliun.

Pengelola Indeks S&P Dow Jones (S&P Global) menyatakan Tesla akan menjadi salah satu perusahaan terbesar yang masuk dalam Indeks S&P 500 dalam satu dekade terakhir.

S&P juga menyatakan tengah mempertimbangkan untuk memasukkan saham Tesla dalam dua tahap ke indeks tersebut yakni pada 14 dan 21 Desember mendatang.

Menurut S&P, masuknya Tesla dalam indeks pasar saham tentunya akan menghasilkan salah satu perdagangan saham terbesar dalam sejarah di S&P 500 dan bisa mencatatkan portofolio terbaiknya.

Sementara itu, Tesla akan menyumbang sekitar 1% dari kapitalisasi pasar indeks tersebut.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading