12 Tahun Masih Tekor, Smartfren Cetak Rugi Q3 Rp 1,75 T

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
16 November 2020 14:43
Smartfren

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten telekomunikasi Grup Sinar Mas, PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) masih mencatatkan rugi bersih yang kembali naik 6,7% pada 9 bulan tahun ini atau per September, sebesar Rp 1,75 triliun dari periode yang sama tahun lalu Rp 1,64 triliun.

Kerugian ini melanjutkan rugi bersih yang dibukukan pada semester I-2020 sebesar Rp 1,22 triliun, atau naik 14% dari semester I-2019 yakni rugi bersih Rp 1,07 triliun.

Ini artinya, sudah hampir 12 tahun atau sejak 2008, FREN tak pernah mencatatkan "angka biru" pada kinerja laba bersih.


Berdasarkan laporan keuangan FREN, rugi bersih ini dicatatkan di tengah pendapatan perusahaan yang justru meroket 37,55% menjadi Rp 6,85 triliun dari periode yang sama tahun lalu Rp 4,98 triliun.

Secara rinci, pendapatan yang naik ialah pendapatan data mencapai Rp 2,24 triliun dari Rp 4,72 triliun dan pendapatan non data yang juga naik menjadi Rp 292,97 miliar dari Rp 211,37 miliar.

Pendapatan lain yang juga naik ialah jasa interkoneksi Rp 130,95 miliar dari Rp 34,35 miliar, dan pendapatan lain-lain Rp 185,17 miliar, dari Rp 13,83 miliar.

Kenaikan rugi bersih ini terjadi bersamaan dengan beban perusahaan yang masih tinggi, sehingga menyebabkan anak usaha Grup Sinarmas ini masih mencatatkan rugi usaha Rp 1,05 triliun, meski berkurang dari sebelumnya rugi usaha Rp 1,76 triliun.

Beban penyusutan dan amortisasi naik menjadi Rp 3,25 triliun dari Rp 2,67 triliun, beban operasi, pemeliharaan, dan jasa teknologi juga naik menjadi Rp 2,89 triliun, dari sebelumnya Rp 2,67 triliun. Beban penjualan dan pemasaran juga naik menjadi Rp 876,11 miliar dari Rp 638,59 miliar.

Selain itu, masih ada kerugian dari perubahan nilai wajar opsi konversi sebesar Rp 37,46 miliar dari sebelumnya Rp 35,90 miliar dan adanya kerugian kurs mata uang asing yang cukup besar mencapai Rp 255,20 miliar dari sebelumnya untung kurs Rp 198,15 miliar.

Tak hanya itu, beban bunga bengkak menjadi Rp 622,20 miliar dari sebelumnya Rp 278,92 miliar.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading