Sebelum Trading Awal Pekan, Simak Dulu 7 Kabar Pasar Ini!

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
16 November 2020 08:08
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia, Kamis 26/3/2020 (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan Jumat (13/11/20) berhasil ditutup naik tipis 0,04% di level 5.461,05

Data perdagangan mencatat, investor asing melakukan aksi jual bersih sebanyak Rp 300 miliar di pasar reguler dengan nilai transaksi menyentuh Rp 8,7 triliun.

Sentimen perdagangan akhir pekan lalu dibantu oleh data dari Departemen Tenaga Kerja AS merilis klaim pengangguran pekan lalu sebanyak 709.000 atau lebih baik dari pekan sebelumnya 757.000. Angka itu bahkan lebih baik dari konsensus ekonom dalam survei Dow Jones berujung prediksi angka 740.000.


Sementara itu, inflasi AS periode Oktober 2020 mengalami penurunan. Tercatat, inflasi AS secara tahunan (year-on-year/YoY) turun menjadi 1,2% dari posisi sebelumnya di level 1,4%. Sementara itu, inflasi inti AS (YoY) juga turun menjadi 1,6%.

Adapun inflasi AS secara bulanan (month-on-month/MoM) turun menjadi 0% dari posisi sebelumnya di 0,2% dan inflasi inti AS (MoM) juga turun menjadi 0%.

Untuk memulai lagi perdagangan hari ini, Senin (16/11/) ada baiknya disimak sederet kabar emiten yang terjadi akhir pekan lalu.

1. Akhirnya, OJK Cabut Sanksi Kresna Life Usai Dibekukan 3 Bulan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengakhiri Sanksi Pembatasan Kegiatan Usaha kepada PT Asuransi Jiwa Kresna atau Kresna Life melalui surat nomor S- 458/NB.2/2020 tanggal 4 November 2020. Sanksi OJK ini diberikan sejak 3 Agustus lalu atau sekitar 3 bulan.

Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan NonBank II OJK Moch. Ihsanuddin mengatakan pengakhiran Sanksi Pembatasan Kegiatan Usaha diberikan karena Kresna Life telah mengatasi penyebab dikenakannya sanksi dengan memenuhi ketentuan dengan melaksanakan rekomendasi pemeriksaan tahun 2019.

"Dengan diakhirinya Sanksi Pembatasan Kegiatan Usaha, Kresna Life dapat melakukan kegiatan penutupan pertanggungan baru untuk seluruh lini usaha bagi perusahaan asuransi sejak tanggal 4 November 2020 dan senantiasa mengacu pada ketentuan perundangan yang berlaku," katanya seperti dikutip laman resmi OJK, Minggu (15/11/2020).

2. Anies Tegaskan Tak Tambah Saham DLTA, Malah Mau Dijual!

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan tidak ada penambahan saham milik Pemprov DKI Jakarta di emiten produsen bir yakni PT Delta Djakarta Tbk (DLTA).

Hal ini mengklarifikasi pemberitaan yang menyatakan Pemprov DKI Jakarta melakukan penambahan saham di produsen bir tersebut.

"Kami tegaskan bahwa hal tersebut tidak benar. Penambahan saham harus melewati persetujuan DPRD dulu dan serangkaian prosedur lainnya yang tidak pernah terjadi," kata Pemprov DKI yang diwakili Kepala Badan Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah (BPBUMD), Faisal Syafruddin, dalam keterangan resmi, Jumat (13/11).

3. Progress Lapangan Sidayu Oleh PGN Capai 91%, Ini Rinciannya

Dalam upaya mencapai target penyelesaian pengembangan proyek Lapangan Sidayu, PT Saka Energi Indonesia (PGN SAKA), anak perusahaan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) di bidang hulu minyak dan gas bumi, melaksanakan tahap pemindahan Top Side Platform Sidayu ke atas kapal tongkang (load out).

Seremonial pelaksanaan Load Out Topside Platform Sidayu ini dihadiri onsite oleh Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN, Redy Ferryanto, jajaran komisaris dan manajemen PGN SAKA serta pemangku kepentingan terkait di Fabrikasi Gunanusa Banten dan disaksikan secara daring oleh pejabat SKK Migas dan Ditjen Migas (13/11/2020).

4. Terkuak! Ini Rencana Besar Grup Lippo di Matahari-Bank NOBU

Perusahaan ritel fashion Grup Lippo, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) membeli 728 juta saham PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU) atau setara dengan 16,4% dari nilai modal disetor NOBU di harga Rp 755/saham.

Total nilai transaksi atas keseluruhan pembelian bagian saham tersebut adalah Rp 549,64 miliar sebagaimana terungkap dalam prospektus yang disampaikan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (5/11/2020).

Transaksi merupakan transaksi pihak afiliasi yang tidak mengandung benturan kepentingan sebagaimana dimaksud dalam POJK (Peraturan Otoritas Jasa Keuangan) 42. Hubungan afiliasi adalah dikarenakan Direktur Utama Matahari juga merupakan Presiden Komisaris PT Inti Anugerah Pratama (IAP), pemegang 16,41% saham Bank NOBU.

5. Perhatian! Morgan Stanley Ungkap Potensi Cuan Bursa RI 2021

Morgan Stanley menilai pasar saham Asia, di luar Jepang (AxJ) akan memasuki periode yang sangat bersahabat pada 2021 mendatang. Morgan Stanley menyebutnya dengan istilah periode 'Goldilock', dan Indonesia menjadi satu negara yang masuk periode tersebut yang diuntungkan oleh kebijakan The Fed dan ketersediaan vaksin.

Periode Goldilocks biasarnya diartiikan suatu keadaan perekonomian yang tidak overheat (sehingga tidak mengundang inflasi), tapi tidak dingin (yang bisa menyeret kepada resesi). Artinya iklim yang pas untuk peluang investasi.

Ekonom Asia Morgan Stanley Deyi Tan menyebutkan periode goldilocks ini merupakan kombinasi dari akselerasi pertumbuhan di atas trem, inflasi yang meningkat dan adanya pelonggaran kebijakan besar-besaran.

6. Bayar Utang & Garap Proyek LRT, ADHI Rilis Obligasi Rp 600 M

Emiten konstruksi BUMN, PT Adhi Karya Tbk (ADHI) mengumumkan rencana penerbitan obligasi senilai Rp 600 miliar, direvisi dari target sebelumnya Rp 2 triliun melalui Obligasi Berkelanjutan III tahap I tahun 2020. Dana dari hasil penerbitan obligasi ini rencananya akan dipakai untuk belanja modal, refinancing dan modal kerja.

Mengacu prospektus yang dipublikasikan perseroan, surat utang tersebut merupakan serangkaian dari Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) III milik perseroan dengan target dana yang dihimpun sebesar Rp 5 triliun.

Obligasi ini dibagi dalam dua tahap, yakni dengan nilai pokok sebesar Rp 276,60 miliar memiliki tenor selama 3 tahun dengan tingkat bunga tetap 9,75%.

7. Nilai Jumbo! Emiten Grup Northstar Ini Siap Rilis Bond Rp 6 T

Emiten pembiayaan kendaraan roda empat baru dan bekas, yang dikendalikan Grup TPG dan Northstar milik Patrick Walujo dan Glenn Sugita, yakni PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN), akan melakukan penerbitan obligasi kembali di awal tahun 2021 dengan nilai mencapai Rp 6 triliun.

Berdasarkan keterangan perusahaan, saat ini BFI Finance sedang dalam proses melakukan pendaftaran program Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi Berkelanjutan V dengan jumlah sampai sebesar Rp 6 triliun tersebut ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Tak hanya itu, perseroan juga melakukan pelunasan obligasi yang jatuh tempo tahun ini. Dengan jatuh tempo tersebut, perseroan telah menyiapkan diri untuk melakukan pelunasan Obligasi Berkelanjutan III BFI Finance Indonesia Tahap III Tahun 2017 Seri C sebesar Rp 400 miliar, yang jatuh tempo pada 9 November 2020.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading