Penggerak Market Pekan Depan: Joe Biden Hingga RI Bebas CAD

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
15 November 2020 19:45
Laju bursa saham domestik langsung tertekan dalam pada perdagangan hari ini, Kamis (10/9/2020) usai Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengumumkan akan memberlakukan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) mulai Senin pekan depan.

Sontak, investor di pasar saham bereaksi negatif. Indeks Harga Saham Gabungan anjlok lebih dari 4% ke level 4.920,61 poin. Investor asing mencatatkan aksi jual bersih Rp 430,47 miliar sampai dengan pukul 10.18 WIB.  (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar finansial dalam negeri menguat pada pekan ini, melanjutkan kinerja impresif pada lalu. Jika pekan lalu penguatan ditopang kemenangan Joseph 'Joe' Biden, di pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) melawan petahana Donald Trump, pekan ini giliran vaksin Pfizer yang membuat pasar keuangan dalam negeri menghijau.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membukukan penguatan 2,35% ke 5.461,058. Data perdagangan mencatat investor asing melakukan beli bersih (net buy) sebesar Rp 4,45 triliun.


Di pasar obligasi, hanya Surat Berharga Negara (SBN) tenor 20 tahun yang mengalami pelemahan, di mana yield-nya naik 2,9 basis poin (bps) menjadi 7,239%. Sementara tenor lainnya, semuanya mengalami penguatan.

Untuk diketahui, pergerakan yield berbanding terbaik dengan harga obligasi, ketika harga naik yield akan turun, begitu juga sebaliknya.

Yield SBN tenor 10 tahun turun 6,1 bps menjadi 6,324%, level tersebut merupakan yang terendah dalam lebih dari 2 tahun terakhir, tepatnya sejak 2 Februari 2018.

Minat investor terhadap obligasi Indonesia sedang tinggi, tercermin dari lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara pada Selasa (10/11/2020) lalu kelebihan permintaan (oversubscribed) 2 kali lipat dengan total penawaran yang masuk sebesar Rp 22,6 triliun, lebih tinggi dari penawaran yang masuk dalam lelang 2 pekan sebelumnya Rp 20,9 triliun.

Target indikatif yang ditetapkan sebesar Rp 10 triliun, dan dimenangkan dengan nilai yang sama.

Besarnya aliran modal di pasar saham dan obligasi membuat rupiah perkasa, membukukan penguatan 0,28% ke Rp 14.150/US$, bahkan sempat menembus ke bawah level Rp 14.000/US$. Mata Uang Garuda juga sukses membukukan penguatan 6 pekan beruntun melawan dolar AS, dan menumbangkan mayoritas mata uang utama dunia.

Kemenangan Biden dianggap menguntungkan negera-negara emerging market seperti Indonesia. Sebab perang dagang AS-China kemungkinan akan berakhir atau setidaknya tidak memburuk.

Analis dari Citi memprediksi kemenangan Joe Biden ke depannya dolar AS akan melemah dan mata uang emerging market akan menjadi yang paling diuntungkan. Alasannya, seperti yang disebutkan sebelumnya, perang dagang dengan China kemungkinan akan berakhir, selain itu pemerintahan akan kembali konvensional.

"Mungkin perdagangan internasional yang paling terlihat pasti usai pilpres. Kebijakan luar negeri AS akan lebih bisa diprediksi tanpa ancaman kenaikan bea impor. Kami melihat penurunan dolar AS, dan penguatan mata uang emerging market," tulis analis Citi, sebagaimana dilansir CNBC International.

Selain itu, stimulus fiskal yang akan digelontorkan juga akan lebih besar ketimbang yang akan digelontorkan Trump dan Partai Republik. Negara-negara emerging market seperti Indonesia juga berpotensi kecipratan aliran modal.

Di awal pekan lalu, perusahaan farmasi asal AS, Pfizer, yang berkolaborasi dengan BioNTech asal Jerman, mengumumkan vaksin buatannya efektif menangkal penyakit akibat Covid-19 hingga lebih dari 90% tanpa efek samping yang berbahaya.

Chairman & CEO Pfizer Albert Bourla mengatakan perkembangan terakhir tersebut menjadi hari yang indah bagi ilmu pengetahuan dan kemanusiaan. Efikasi final dari vaksin tersebut dikatakan aman.

"Hasil pertama dari uji klinis fase tiga uji vaksin mengindikasikan kemampuan vaksin kami untuk mencegah Covid-19," Chairman & CEO Pfizer Albert Bourla dalam pernyataannya, sebagaimana dilansir CNBC International, Senin (9/11/2020).

Kabar vaksin virus corona dari Pfizer tersebut membuat pelaku pasar semakin ceria, hingga mengalirkan investasi ke negara-negara emerging market dengan imbal hasil tinggi seperti Indonesia.

Transaksi Berjalan Diramal Cetak Surplus
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading