10 Saham Ini "Kesetanan" Pekan Lalu, Ada 5 BUMN Gengs!

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
16 November 2020 06:45
Kompetisi jual beli saham Oppo Stocks in Your Hand di Bursa Efek Indonesia, Senin (18/2/2019). kompetisi jual beli saham Oppo Stocks in Your Hand (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 5.461,06 pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu, Jumat (13/11/2020. Dengan demikian, selama sepekan terakhir, indeks acuan utama Bursa Efek Indonesia (BEI) ini melaju 2,35%.

Data perdagangan BEI menunjukkan, meskipun sideways pekan lalu, perdagangan kembali ramai dengan total transaksi mencapai Rp 61,59 triliun atau rata-rata Rp 12.31 triliun per hari.

Dengan penguatan Jumat lalu, dalam sebulan terakhir IHSG naik 6,40% dan 6 bulan terakhir mampu melesat 20,57%.


Sentimen positif memang sedang membanjiri pasar modal baik pasar modal dalam negeri maupun pasar modal global berupa kemenangan calon Presiden Partai Demokrat, Joe Biden bersama Kamala Harris dalam Pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS) dan efektivitas vaksin corona Pfizer yang disebut ampuh lebih dari 90%.

Berikut saham-saham yang menguat pekan lalu.

10 Saham Top Gainers Sepekan (9-13 November 2020)

1. Garuda Indonesia (Persero)/GIAA, +35,54%, Rp 328, nilai transaksi Rp 765,8 miliar

2. Waskita Karya (Persero)/WSKT, +25,33%, Rp 940, transaksi Rp 1,2 triliun

3. Central Omega Resources/DKFT, +21,15%, Rp 189, transaksi Rp 232,6 miliar

4. Timah (Persero)/TINS, +20,47%, Rp 1.030, transaksi Rp 1,2 triliun

5. Kapuas Prima Coal/ZINC, +14,53%, Rp 134, transaksi Rp 358,3 miliar

6. Bank Negara Indonesia (Persero)/BBNI, +13,91%, Rp 5.650, transaksi Rp 2,6 triliun

7. Bank Rakyat Indonesia (Persero)/BBRI, +12,36%, Rp 4.000, transaksi Rp 6,9 triliun

8. BRI Agroniaga/AGRO, +9,68%, Rp 408, transaksi Rp 292,6 miliar

9. Acset Indonusa/ACST +8,81%, Rp 210, transaksi Rp 151,5 miliar

10. Alam Sutera Realty/ASRI, + 8,44%, Rp 167, transaksi Rp 228,5 miliar

Di luar 10 saham ini, ada pula kenaikan tertinggi dibukukan oleh saham PT Prima Cakrawala Abadi Tbk (PCAR) yang harga sahamnya berhasil melesat 49,01% selama sepekan terakhir, meski pada Jumat lalu ditutup koreksi 6,92% di level Rp 605/saham,

Meskipun 'terbang' sepekan, ternyata kenaikan PCAR tidak disertai dengan volume perdagangan yang besar serta kapitalisasi pasar perusahaan tergolong kecil yakni hanya Rp 705,83 miliar sehingga harganya mudah digiring (cornering) oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Adapun khusus Garuda, memang menjadi primadona pekan lalu.

Selain sentimen kabar ustaz Yusuf Mansur yang memborong saham maskapai penerbangan ini, katalis positifnya ialah Holding BUMN Pariwisata dan Aviasi, dengan Garuda sebagai anggota Holding.

Saham yang paling banyak dilego asing pekan lalu adalah PT Sarana Menara Nusantara (TOWR) dengan jual bersih sebesar Rp 419,4 miliar dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) Rp 163,2 miliar.

Sementara itu saham yang paling banyak dikoleksi asing sepekan lalu adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang mencatatkan net buy Rp 2,8 triliun, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 1,7 triliun, dan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) Rp 816,8 miliar.

Dalam risetnya, Reliance Sekuritas memproyeksikan pergerakan IHSG masih akan dibayangi oleh aksi profit taking terlebih di tengah penguatan indeks yang telah naik signifikan dalam beberapa pekan terakhir.

"Investor asing terlihat mulai masuk ke pasar Indonesia. Hal ini terlihat dari net buy investor asing yang terus meningkat di beberapa hari ini," tulis Reliance Sekuritas.

Di sisi lain, reli saham global menunjukkan mulai terhenti karena investor menilai situasi virus korona yang memburuk di banyak negara besar di seluruh dunia.

Kekhawatiran akan penderitaan ekonomi lebih lanjut dapat mengancam lonjakan hampir 10% di ekuitas global bulan ini karena investor khawatir tentang ancaman tindakan yang lebih keras untuk menahan virus.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading