Menakar Emas Antam ke Rp 1,8 Juta/gram, Masuk Akal Gak?

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
13 November 2020 16:29
emas

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk. atau yang dikenal dengan emas Antam akhirnya naik 1% ke Rp 978.000/batang untuk satuan 1 gram pada perdagangan hari ini, Jumat (13/11/2020). Sebelumnya, logam mulia ini ambrol dalam 3 hari beruntun dengan persentase nyaris 4%, dan berada di level termurah sejak 21 Juli lalu.

Penurunan tajam tersebut terjadi akibat merosotnya harga emas dunia setelah adanya kabar vaksin virus corona dari Pfizer.

Perusahaan farmasi asal AS tersebut berkolaborasi dengan BioNTech asal Jerman, dan mengumumkan vaksin buatanya efektif menangkal penyakit akibat virus corona (Covid-19) hingga lebih dari 90% tanpa efek samping yang berbahaya.


Kabar tersebut menumbuhkan harapan hidup akan segera normal, roda bisnis kembali berputar dan perekonomian bisa segera bangkit. Alhasil, pelaku pasar kembali berinvestasi di aset-aset berisiko, dan emas yang menyandang status aset aman (safe haven) menjadi tak menarik harganya pun ambrol 4,6% pada perdagangan Selasa (10/11/2020), dan menyeret turun emas Antam.

Emas dunia merupakan kiblat harga logam mulia di dalam negeri. Ketika harga emas dunia naik, maka harga emas Antam cenderung ikut naik, begitu juga sebaliknya. Ada juga faktor lain yang mempengaruhi harga emas Antam yakni nilai tukar rupiah.

Sial bagi emas Antam, nilai tukar rupiah juga sedang perkasa. Emas dunia dibanderol dengan dolar AS, saat Mata Uang Garuda Menguat harga emas dunia akan menjadi lebih murah jika dikonversi ke rupiah. Artinya, penguatan rupiah bisa menekan harga emas Antam.

Kembali ke emas dunia, setelah ambrol di awal pekan, pergerakannya juga saat ini mulai stabil. Selain itu, para analis masih belum merubah proyeksi emas akan terus menguat. Bahkan, ketika vaksin virus corona sudah ada.

"Virus bisa hilang, tetapi bukan berarti perekonomian akan pulih dengan cepat. Sudah terjadi banyak kerusakan yang tidak bisa diperbaiki dengan cepat," kata Ole Hansen, kepala strategi komoditas di Saxo Bank, sebagaimana dilansir Kitco, Senin (9/11/2020).

"Pada dasarnya kita melihat pelaku pasar yang keluar dari emas setelah melakukan aksi beli dalam 6 bulan terakhir. Tetapi masih ada banyak ketidakpastian untuk emas, vaksin menjadi kabar bagus (bagi perekonomian), tetapi tetap tidak merubah narasi (penguatan emas) yang ada," katanya

Hansen merupakan analis yang memprediksi harga emas akan mencapai US$ 4.000/troy ons dalam beberapa tahun ke depan.

Satu troy ons, mengacu aturan di pasar, setara dengan 31,1 gram, sehingga besaran US$ 4.000 per troy ons dikonversi dengan membagi angka tersebut dengan 31,1 gram, hasilnya US$ 128,61 per gram. Dengan asumsi kurs rupiah Rp 14.000/US$, maka harga emas bisa menembus Rp 1,8 juta/gram.

Jika melihat harga emas Antam saat ini yang masih di bawah Rp 1 juta/batang untuk satuan 1 gram, kenaikan ke Rp 1,8 juta terlihat sangat signifikan.

Lantas, apakah itu masuk akal?

Berkaca Krisis 2008, Emas Antam ke Rp 1,8 Juta Jadi Masuk Akal
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading