Internasional

Malang Negeri Raja Salman, Ekonomi Arab Minus 5 Kali

Market - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
11 November 2020 07:47
Raja Salman

Jakarta, CNBC Indonesia - Resesi sepertinya belum mau meninggalkan Arab Saudi. Negeri Raja Salman ini kembali mencatat kontraksi alias pertumbuhan negatif.

Dari data yang diberikan Otoritas Umum Statistik, Selasa (10/9/2020), ekonomi Arab Saudi susut 4,2% pada kuartal III (Q3) 2020 dalam basis tahunan (yoy). Meski lebih baik dari Q2 yang -7%.



Ini merupakan kelima kalinya sejak Q3 2019, ekonomi kerajaan kaya minyak itu minus. Di Q3 2019 ekonomi -0,5%, di Q4 2019 -0,3%, sedangkan di Q1 2020 -1%.

Melansir Bloomberg, pengumuman PDB ini merupakan rekor yang dibuat Arab Saudi. Negeri itu menyebut bagian dari transparansi.



"Untuk memberikan informasi yang lebih tepat waktu tentang ekonomi Arab Saudi kepada para pembuat keputusan," kata otoritas dikutip Rabu (11/11/2020).

Ekonomi Arab Saudi sebelumnya melempem karena turunnya harga minyak. Ini membuat reformasi dilakukan, di mana negara tersebut menerapkan sejumlah pajak.

Arab Saudi, sebagai pengekspor minyak terbesar dunia, pada Juli lalu menaikkan pajak pertambahan nilai tiga kali lipat menjadi 15%. Ini dilakukan karena berusaha menopang keuangan yang terguncang akibat harga minyak rendah dan juga virus corona.

Sumber ekonomi unggulan seperti ibadah umrah juga sempat disetop. Namun sejak Oktober, perjalanan wisata ini sudah dibuka namun dengan protokol ketat.

"Sebuah kenaikan berurutan dalam aktivitas ekonomi diharapkan pada kuartal ketiga dengan pelonggaran tindakan penguncian dan mengingat permintaan yang terpendam," kata Monica Malik, kepala ekonom di Bank Komersial Abu Dhabi, dikutip dari Reuters.

"Namun, kecepatan pemulihan akan terhambat oleh kenaikan tarif PPN."

Hal senada juga dikatakan pengamat lain, Jason Tuvey, ekonom pasar berkembang senior dari Capital Economics. Pemulihan ekonomi Arab Saudi, bagaimanapun, diperkirakan akan tetap lambat.

"Harga minyak yang terus-menerus rendah memperkuat pandangan kami bahwa pembuat kebijakan tidak mungkin menarik kembali penghematan fiskal," katanya.

Sementara itu,  IHS Markit Saudi Arabia Purchasing Managers Index (PMI) menunjukkan sektor swasta non-minyak Arab Saudi meningkat untuk bulan kedua berturut-turut pada bulan Oktober. Produksi tumbuh pada kecepatan yang solid, meskipun di tengah pandemi.


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading