Cuan Besar! Saham Konstruksi & Infrastruktur BUMN Diborong

Market - Houtmand P Saragih, CNBC Indonesia
03 November 2020 16:47
Progres konstruksi Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) makin dikebut dengan telah selesainya proses perakitan mesin Tunnel Boring Machine (TBM) yaitu alat bor raksasa yang didatangkan khusus dari Zhanghuabang Wharf, Shanghai Tiongkok.  Sejak pertama kali dirakit pada pertengahan Februari 2019,  alat bor raksasa ini kini segera dioperasikan menembus lapisan tanah di bawah tol Cikampek mulai KM 3+300, dari arah Jakarta. (Dok. KCIC)

Selain saham Jasa Marga, saham-saham lain yang mengalami penguatan yaitu, saham PT Waskita Karya Tbk (WSKT) naik 4,86% ke level Rp 755/unit. Saham PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) juga naik 3,88% ke harga Rp 1.205/unit.

Lalu saham PT PP Tbk (PTPP) naik 2,25% ke harga Rp 910/unit dan saham PT Adhi Karya Tbk (ADHI) naik 1,74% ke harga Rp 585/unit.

Salah satu sentimen yang menggerakkan saham konstruksi adalah langkah pemerintah siapkan daftar Proyek Strategis Nasional.


Saat ini, pemerintah sedang menyiapkan 201 proyek dan 10 program untuk masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) 2021 dengan total nilai investasi mencapai Rp 4.721,2 triliun.

Detail dari proyek dan program tersebut masih menunggu terbitnya Peraturan Presiden (Perpres).

Adapun khusus proyek ruas tol saja, sejumlah proyek juga sudah antre. Misal, Kementerian Pekerjaan Umum (PUPR) mengusulkan 9 ruas untuk masuk PSN, termasuk ruas tol Gedebage (Bandung)-Tasikmalaya-Cilacap. Usulan ini mengemuka setelah Tol Palembang-Tanjung Api-api dicoret dari daftar PSN.

Kenaikan saham-saham sektor konstruksi pelat merah ini juga mendapatkan sentimen positif dari Undang-Undang Sapu Jagat Omnibus Law yang dinilai akan membereskan aturan yang tumpang tindih, memperlonggar aturan ketenagakerjaan, dan menarik masuk investasi ke dalam negeri.

Tim Riset CNBC Indonesia menilai, UU No 11/2020 tentang Cipta Kerja ini dinilai akan membereskan ketidakjelasan aturan sebelumnya yang tumpang tindih dan akan menarik investasi asing di sektor riil alias Foreign Direct Investment (FDI) sehingga tentunya emiten konstruksi juga pastinya berpotensi dilibatkan dan berpeluang ambil bagian dalam tender proyek pembangunan.

Sektor konstruksi juga diuntungkan karena memperkerjakan banyak buruh konstruksi, sehingga dengan dilonggarkanya aturan buruh praktis emiten-emiten pertambangan akan diuntungkan nantinya.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/tas)
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading