Kontras! Laba Erajajaya Naik 78%, tapi Global Teleshop Merugi

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
02 November 2020 10:44
foto : CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto

Jakarta, CNBC Indonesia - Kinerja dua perital ponsel pada kuartal III-2020 sangat kontradiktif. Satu emiten membukukan kenaikan laba signifikan, satu lagi malah membukukan kerugian. 

Laba emiten peritel ponsel, PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) sepanjang periode sembilan bulan pertama tahun ini tercatat naik 78% menjadi Rp 295,11 miliar dari periode sama di tahun sebelumnya Rp 165,59 miliar.

Kenaikan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tersebut mengerek nilai laba per saham dasar perseroan menjadi Rp 93 per saham dari sebelumnya Rp 52 per saham.


Meskipun demikian, penjualan dan pendapatan usaha perseroan mencatatkan penurunan sebesar 1,87% menjadi Rp 23,17 triliun dari periode kuartal III-2019 sebesar Rp 23,61 triliun.

Secara terperinci, pendapatan usaha tersebut terdiri dari penjualan telepon selular dan tablet sebesar Rp 17,32 triliun, turun dari sebelumnya Rp 18,31 triliun. Penjualan dari voucher Rp 3,17 triliun, mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp 2,92 triliun. Sedangkan, lainnya dikontribusi dari penjualan komputer dan peralatan elektronik lainnya serta penjualan aksesoris masing-masing sebesar Rp 1,01 triliun dan Rp 1,65 triliun.

Namun demikian, beban pokok penjualan berhasil ditekan menjadi Rp 20,99 triliun dari sebelumnya Rp 21,76 triliun. Hal ini berimbas terhadap meningkatnya laba usaha perseroan menjadi Rp 585,31 miliar dari periode kuartal ketiga tahun lalu Rp 492,71 miliar.

Sementara itu, emiten ritel ponsel lainnya, PT Global Teleshop Tbk (GLOB), masih membukukan kerugian yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 2,05 miliar. Lebih baik dari periode yang sama di tahun sebelumnya rugi Rp 35,09 miliar.

Hal ini terlihat dari penurunan pendapatan bersih yang cukup signifikan sebesar 86,34% menjadi Rp 26,32 miliar dari kuartal III-2019 senilai Rp 192,74 miliar.

Secara rinci, pos penjualan kartu perdana dan voucher isi ulang ikut tertekan, dari sebelumnya Rp 79,08 miliar menjadi Rp 16,51 miliar. Tidak hanya itu, penjualan telepon selular juga turun menjadi Rp 3,27 miliar dari periode sama di tahun lalu Rp 111,73 miliar. Bahkan, penjualan komputer dan notebook nihil di sembilan bulan pertama tahun ini.

Dengan penurunan penjualan, beban pokok pendapatan juga turun menjadi Rp 24,80 miliar dari sebelumnya Rp 183,27 miliar. Laba bruto perseroan juga turun signfikan dari Rp 9,47 miliar menjadi hanya Rp 1,52 miliar per kuartal ketiga tahun ini.

Catatan CNBC Indonesia, perseroan termasuk emiten yang terdampak pandemi virus Corona. GLOB sebelumnya memperkirakan, dampak pandemi ini menyebabkan penurunan pendapatan maupun laba bersih yang sangat signfikan sebesar lebih dari 75%.

Untuk menyiasati penurunan penjualan karena terbatasnya kunjungan secara fisik ke gera yang dikelola perseroan, saat ini GLOB fokus meningkatkan penjualan handphone secara online, memulai bisnis baru di bidang gaya hidup yang relevan dengan situasi pandemi saat ini.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading