Q3-2020, BNI Cetak Laba Bersih Rp 4,32 T

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
27 October 2020 10:08
BNI memperingati Hari Lahir Pancasila melalui layar LED Gedung Menara BNI. (Dok.BNI)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mencetak laba bersih pada periode 9 bulan tahun ini atau per September 2020 mencapai Rp 4,32 triliun, atau turun 63,9% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 11,97 triliun.

Berdasarkan paparan kinerja Q3-2020 secara virtual, Direktur Bisnis Konsumer BNI Corina Leyla Karnalies mengatakan penurunan laba bersih ini seiring dengan efek dari upaya BNI memperkuat fundamental dalam menghadapi ekonomi di masa mendatang dengan pencadangan CKPN (Cadangan Kerugian Penurunan Nilai) Q3-20020 berada pada 206,9%, lebih besar dari Q3 2019 sebesar 159,2%.

"Adapun hingga akhir September, aset BNI tumbuh 12,5% yoy, mencapai Rp 916,95 triliun," katanya dalam paparan virtual, Selasa (27/10/2020).


Dia mengatakan DPK (dana pihak ketiga) tumbuh 21,4% dari Rp 580,98 triliun menjadi Rp 705,09 triliun pada September 2020. Sementara itu dana murah atau current account and saving account (CASA), jadi prioritas utama yang dimaksudkan untuk dapat terus menekan cost of fund, pada level 65,4%.

Saat ini CASA BNI berada pada level 65,4% dengan cost of fund 2,86%, atau membaik 30 bps (basis poin) dibandingkan posisi yang sama tahun lalu sebesar 3,24%.

DPK tersebut dapat menopang kredit tumbuh 4,2% yoy dari Rp 558,7 triliun menjadi Rp 582,4 triliun.

"Namun dalam hal ini manajemen fokus pada perbaikan kualitas aset dengan assessment komprehensif dan intens pada debitur mengingat kondisi saat ini cukup menantang," jelasnya.

Pendapatan bunga bersih minus 0,8% menjadi Rp 26,65 triliun dari sebelumnya Rp 26,87 triliun. Sementara dari sisi pendapatan non bunga tumbuh 7,2% menjadi Rp 8,71 triliun dari sebelumnya Rp 8,13 triliun, membaik dari Q2 yang hanya tumbuh 3,2%.

Dia mengatakan, di tengah kondisi perekonomian nasional yang penuh tantangan, perseroan terus mengambil langkah yang diperlukan untuk melakukan penguatan fundamental dengan tetap menjalankan fungsi intermediasi dengan baik, dengan pertumbuhan yang selektif dan terukur.

"Upaya menghimpun DPK dilakukan dengan menjadikan dana murah (CASA) sebagai prioritas utama yang dimaksudkan untuk dapat terus menekancost of fund.

Saat ini CASA BNI berada pada level 65,4% dengan cost of fund 2,86%, atau membaik 30 bps dibandingkan posisi yang sama tahun lalu sebesar 3,24%.

Dia menjelaskan, kebutuhan layanan perbankan digital semakin meningkat selama masa pandemi ini, antara lain BNI Mobile Banking yang menjadi salah satu preferensi utama bagi nasabah untuk bertransaksi.

Hingga September 2020, volume transaksi melalui BNI Mobile Banking tumbuh 80,4% yoy. Adapun jumlah transaksi meningkat dari 142 jutapada Kuartal 3 tahun 2019menjadi 211 juta transaksi pada Kuartal 3 tahun 2020atau meningkat 48,1%.

Ke depannya layanan perbankan digital akan semakin menjadi ujung tombak.

"Pengembangan Digital Banking akan dilakukan tidak hanya untuk menghasilkan produk dan layanan keuangan digital yang mendukung inklusi keuangan dan meningkatkancustomer engagement, namun juga digitalisasi pada proses bisnis internal yang melahirkan produktivitas dan efisiensi."


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading